Kualitas pendidikan klinik tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan kompetensi pengajar, tetapi juga oleh tersedianya sarana dan prasarana yang mampu mendukung pengalaman belajar siswa secara optimal. Meskipun rumah sakit pendidikan memiliki peran strategi dalam pembentukan kompetensi calon dokter, kajian empiris mengenai hubungan fasilitas pendidikan dengan kepuasan mahasiswa kedokteran pada konteks rumah sakit pendidikan di Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan dengan kepuasan mahasiswa kedokteran di Komite Koordinasi Pendidikan (KOMKORDIK) RSUD Kota Bogor tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap mahasiswa profesi dokter yang menjalani pendidikan klinik, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sarana pendidikan memiliki hubungan positif yang kuat terhadap kepuasan siswa, sementara prasarana pendidikan menunjukkan hubungan yang lebih dominan. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi fasilitas pendidikan merupakan fondasi strategi dalam menciptakan lingkungan belajar klinik yang berkualitas, meningkatkan kepuasan siswa, dan memperkuat mutu pendidikan kedokteran di rumah sakit pendidikan.
Copyrights © 2026