Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis realitas Fear of Missing Out (FOMO) masyarakat terhadap kehadiran gerai makanan di Kota Kupang, khususnya Mie Gacoan, serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi FOMO dan dampaknya terhadap pola konsumsi serta interaksi sosial masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO masyarakat Kota Kupang dipengaruhi oleh paparan media sosial, pengaruh teman sebaya, rasa penasaran, kebutuhan pengakuan sosial, serta budaya konsumtif masyarakat urban. Kehadiran Mie Gacoan menjadi tren sosial yang mendorong masyarakat datang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga untuk memperoleh pengalaman, menjaga eksistensi, dan mengikuti perkembangan lingkungan sosial. FOMO juga mempengaruhi interaksi sosial melalui kebiasaan berkumpul, berbagi pengalaman, serta aktivitas unggahan di media sosial. Dalam perspektif teori Konstruksi Sosial atas Realitas, fenomena ini terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa FOMO bukan sekadar kondisi psikologis individual, melainkan realitas sosial yang dikonstruksi secara kolektif. Kehadiran Mie Gacoan di Kota Kupang tidak hanya berfungsi sebagai gerai makanan, tetapi juga menjadi ruang sosial baru yang merepresentasikan perubahan budaya konsumsi masyarakat urban modern.
Copyrights © 2026