p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Angin, Imanta I. Perangin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Bullying Dalam Serial 13 Reasons Why Dan Realitas Sosial Remaja Di Kota Kupang: Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Djami, Fedrita Anjelin; Angin, Imanta I. Perangin; Ndandara, Aelsthri; Pellu, Susana C. L
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 6: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i6.16881

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi bullying dalam serial 13 Reasons Why, keterkaitannya dengan realitas sosial bullying remaja di Kota Kupang, serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan normalisasi perundungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk melalui dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial tersebut merepresentasikan bullying sebagai kekerasan multidimensional yang mencakup bullying verbal, sosial, siber, dan seksual. Perundungan digambarkan sebagai proses akumulatif melalui ejekan, pelabelan negatif, penyebaran rumor, pengucilan sosial, hingga lemahnya respons institusi sekolah, yang berdampak pada kecemasan, depresi, rendahnya harga diri, dan keputusasaan korban. Representasi tersebut memiliki kesesuaian dengan realitas remaja di Kota Kupang, di mana ejekan fisik, penghinaan verbal, pengucilan kelompok, dan cyberbullying masih sering dinormalisasi sebagai bagian dari dinamika pergaulan. Di sisi lain, serial ini juga mendorong kesadaran remaja mengenai bahaya bullying dan pentingnya kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bullying bukan sekadar perilaku individual, melainkan produk budaya sosial yang permisif serta lemahnya dukungan institusional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran sekolah sebagai ruang aman, peningkatan literasi digital, serta edukasi kesehatan mental sebagai strategi pencegahan yang lebih sistemik.
Realitas FOMO Masyarakat Kota Kupang terhadap Kehadiran Mie Gacoan dalam Perspektif Konstruksi Sosial Naben, Cicilia Dwi Dalin; Pellu, Susana C. L; Angin, Imanta I. Perangin; Manafe, Jacklin Stefany
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 6: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i6.16971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis realitas Fear of Missing Out (FOMO) masyarakat terhadap kehadiran gerai makanan di Kota Kupang, khususnya Mie Gacoan, serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi FOMO dan dampaknya terhadap pola konsumsi serta interaksi sosial masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO masyarakat Kota Kupang dipengaruhi oleh paparan media sosial, pengaruh teman sebaya, rasa penasaran, kebutuhan pengakuan sosial, serta budaya konsumtif masyarakat urban. Kehadiran Mie Gacoan menjadi tren sosial yang mendorong masyarakat datang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga untuk memperoleh pengalaman, menjaga eksistensi, dan mengikuti perkembangan lingkungan sosial. FOMO juga mempengaruhi interaksi sosial melalui kebiasaan berkumpul, berbagi pengalaman, serta aktivitas unggahan di media sosial. Dalam perspektif teori Konstruksi Sosial atas Realitas, fenomena ini terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa FOMO bukan sekadar kondisi psikologis individual, melainkan realitas sosial yang dikonstruksi secara kolektif. Kehadiran Mie Gacoan di Kota Kupang tidak hanya berfungsi sebagai gerai makanan, tetapi juga menjadi ruang sosial baru yang merepresentasikan perubahan budaya konsumsi masyarakat urban modern.