Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) dan masalah kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Padukuhan Ngebel sebagai wilayah perkotaan dengan karakteristik populasi yang heterogen menghadapi berbagai permasalahan kesehatan yang memerlukan intervensi komprehensif. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan komunitas yang dilaksanakan selama lima minggu (9 Juni - 12 Juli 2025). Metode pengumpulan data meliputi survei door to door, analisis SWOT, musyawarah masyarakat desa (MMD), dan implementasi program intervensi kesehatan. Sasaran penelitian mencakup 562 KK dengan 1.671 jiwa di 9 RT Padukuhan Ngebel. Hasil: Identifikasi masalah menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran wanita usia subur (WUS) tentang deteksi dini kanker serviks (IVA) dan kanker payudara (SADARI), rendahnya cakupan pemeriksaan IVA, tingginya angka kejadian pernikahan dini, serta rendahnya kesadaran lansia tentang pencegahan PTM menjadi masalah prioritas. Implementasi program meliputi: (1) Pemeriksaan IVA gratis diikuti 10 WUS, (2) Posyandu lansia dengan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, (3) Penyuluhan kontrasepsi kepada 45 WUS, (4) Perintisan Posyandu remaja, dan (5) Edukasi kesehatan reproduksi kepada 89 remaja. Kesimpulan: Program kesehatan masyarakat berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan masyarakat. Rekomendasi kebijakan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program melalui penguatan kapasitas kader kesehatan dan kemitraan multi sektor.
Copyrights © 2026