Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular dimana upaya pengendaliannya menjadi salah satu target dunia yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Kepatuhan minum obat pada pasien TB paru merupakan kendala yang sering dihadapi oleh pasien karena harus minum obat secara terus menerus sampai dengan waktu yang ditentukan, akan tetapi di Indonesia masih banyak kasus drop out dengan berbagai alasan seperti efek samping obat, tingkat pengetahuan, kebiasaan, kurang dukungan keluarga, lingkungan dan sosial ekonomi dalam pengobatan pasien TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Pleret Bantul DIY. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel pada penelitian ini mengacu kepada non probability sampling jenis total sampling yang berjumlah 32. Instrumen kepatuhan minum obat, diukur dengan menggunakan instrumen yaitu Medication Morisky Adherence Scale (MMAS-8). Hasil: didapatkan prevalensi kepatuhan minum oabat anti tuberkulosis (OAT) dengan hasil responden dengan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 15 responden (46,9%), kepatuhan sedang 12 responden (37,5%) dan kepatuhan rendah 5 responden (15,6%). Kesimpulan: program Puskesmas terkait TB yaitu P2TB ditingkatkan dan ada peningkatan jumlah kader TB di masing-masing desa agar lebih rutin melakukan kunjungan terutama kepada pasien yang tidak patuh, sehingga pasien dapat terhindar dari drop out pengobatan.
Copyrights © 2026