Kesenjangan pendidikan masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, terutama pada masyarakat yang kurang terjangkau oleh layanan pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan berbasis masyarakat sebagai alternatif strategis dalam mengatasi kesenjangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian teoritis dengan menelaah berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat memiliki potensi besar dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan, terutama bagi kelompok marjinal. Pendekatan ini bersifat partisipatif, kontekstual, dan fleksibel, sehingga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik lokal. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan turut memperkuat rasa kepemilikan dan keberlanjutan program. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat tidak hanya mampu menjadi pelengkap sistem pendidikan formal, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial yang inklusif. Untuk itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh lokal, agar pendekatan ini dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam rangka mengurangi kesenjangan pendidikan di masyarakat.
Copyrights © 2025