Wiyata Budaya
Vol. 2 No. 1 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI "DEBINGI DI LORONG" KARYA ADE SISKA

Corry Miranda (Universitas Lampung)



Article Info

Publish Date
02 May 2025

Abstract

This article aims to reveal and analyze the language style used in the poem Debingi di Lorong by Ade Siska. Poetry is a literary work that expresses the poet's thoughts and feelings imaginatively and is composed by prioritizing the power of language in physical and spiritual structures. The poem was chosen because it is rich in stylistic elements that reflect social and emotional realities in depth. The method used in this study is a qualitative-descriptive approach with textual analysis of the language structure of the poem. The results of the analysis show that Ade Siska uses various figures of speech such as metaphor, simile, personification, repetition, and sound elements such as alliteration and assonance to create aesthetic and emotional effects. The language style functions not only as a language decoration, but also strengthens the meaning and message to be conveyed, especially in describing inner tension and complex social atmosphere. Thus, this poem is not only a beautiful literary work, but also full of meaning and reflection on the life of society. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam puisi Debingi di Lorong karya Ade Siska. Puisi adalah karya sastra yang mengungkapkan oikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengutamakan kekuatan bahasa dalam struktur fisik dan batin. Puisi tersebut dipilih karena kaya akan unsur stilistika yang mencerminkan realitas sosial dan emosional secara mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis tekstual terhadap struktur bahasa puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ade Siska menggunakan berbagai majas seperti metafora, simile, personifikasi, repetisi, serta unsur bunyi seperti aliterasi dan assonansi untuk menciptakan efek estetis dan emosional. Gaya bahasa tersebut berfungsi tidak hanya sebagai penghias bahasa, tetapi juga memperkuat makna dan pesan yang ingin disampaikan, terutama dalam menggambarkan ketegangan batin dan suasana sosial yang kompleks. Dengan demikian, puisi ini tidak hanya menjadi karya sastra yang indah, tetapi juga sarat makna dan refleksi atas kehidupan masyarakat.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

wiyatabudaya

Publisher

Subject

Description

Jurnal Wiyatabudaya merupakan jurnal open acces sebagai sarana media dikusi, deskripsi, dan pengembangan ilmu pendidikan yang memuat naskah-naskah ilmiah dan penelitian empiris. Jurnal Wiyatabudaya menerima artikel pada bidang pendidikan dalam konteks humaniora dengan menggunakan berbagai metode ...