cover
Contact Name
Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.
Contact Email
heru.prasetyo59@fkip.unila.ac.id
Phone
+628117285959
Journal Mail Official
wiyatabudaya.fkipunila@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung Kode Pos 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wiyata Budaya
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 31242537     DOI : https://doi.org/10.23960/wiyatabudaya
Core Subject :
Jurnal Wiyatabudaya merupakan jurnal open acces sebagai sarana media dikusi, deskripsi, dan pengembangan ilmu pendidikan yang memuat naskah-naskah ilmiah dan penelitian empiris. Jurnal Wiyatabudaya menerima artikel pada bidang pendidikan dalam konteks humaniora dengan menggunakan berbagai metode yang memenuhi standar publikasi dalam jurnal ini. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Wiyatabudaya adalah ilmu pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia, pendidikan seni, bahasa dan sastra daerah, budaya dan tradisi lisan yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Unveiling Life’s Symbols: A Semiotic Analysis of the Lampung Poem Kemumu by Fitri Yani Arini Mildawati; Heru Prasetyo
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the Lampung poem Kemumu by Fitri Yani using Ferdinand de Saussure's semiotic approach, focusing on the concepts of signifier and signified. The signifier refers to the material form of a sign, such as words or images, while the signified is the concept or meaning associated with the sign. Employing a qualitative method through a literature study, this research explores the symbolism and profound meanings within the elements of Kemumu. The analysis reveals that each line of the poem reflects impermanence, transformation, and the cycle of life through natural symbols such as taro leaves, black stones, and moonlight. This study highlights the relevance of Saussure's theory in understanding the structure and symbolism of poetry, uncovering life's meanings in a complex and profound manner.
Makna Simbolik dan Spiritual dalam Kumpulan Puisi Kitab Puisi; Jalan Sunyi (Analisis Semiotika Roland Barthes) Vanessa Bilqis Gumati
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kumpulan puisi Kitab Puisi; Jalan Sunyi karya Isbedy Stiawan Z.S. menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi dan menginterpretasikan lima kode semiotik Barthes—kode aksian, teka-teki, budaya, konotatif, dan simbolik—dalam lima puisi terpilih (Pengasah, Jalan, Malam, Embun, dan Rapuh). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis semiotik terhadap teks puisi untuk mengungkap makna yang tersembunyi di balik simbol dan metafora yang digunakan penyair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi Isbedy merepresentasikan perjalanan spiritual dan refleksi emosional melalui penggunaan kode simbolik dan konotatif yang kuat. Simbol alam, elemen keagamaan, serta diksi yang penuh nuansa religius menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan dan pencarian makna hidup. Dengan mengaplikasikan teori Barthes, penelitian ini memperlihatkan bahwa puisi Isbedy tidak hanya menawarkan estetika sastra yang kaya, tetapi juga menyampaikan pengalaman spiritual yang mendalam dan terbuka terhadap berbagai interpretasi. Temuan ini memberikan wawasan baru dalam kajian semiotika sastra Indonesia serta membuka peluang penelitian lanjutan mengenai pemaknaan puisi dalam konteks budaya dan spiritualitas.
ANALISIS KODE ROLAND BARTHES KAJIAN SEMIOTIKA DALAM BUKU KUMPULAN PUISI HERNAN TORI SEHIMPUN SAJAK "ANGANKU DI ANTARA HUJAN DAN BANGKU KOSONG" Ari Yunaini; Heru Prasetyo
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i1.1191

Abstract

This study aims to examine semiotics using Roland Barthes' theory in the analysis of poems titled "Di Antara Hujan", "Pada Album", "Ranjang Rapuh", "Pagi yang Senja", and "Perjalanan" by Hernan Tori. This research employs a descriptive qualitative method with data analysis techniques involving reading, observing, and note-taking. According to Roland Barthes' theory, there are five codes: the Hermeneutic code (enigma), the connotative code, the action code, the cultural code, and the symbolic code. Based on the data obtained, these codes were found within Hernan Tori's collection of poems. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji semiotika menggunakan teori Roland Barthes dalam analisis puisi yang berjudul "Di Antara Hujan", " Pada Album", "Ranjang Rapuh", "Pagi yang Senja", dan "Perjalanan" karya Hernan Tori. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Dalam teori Roland Barthes terdapat lima kode, yaitu kode teka-teki (Hermeneutic), kode konotatif, kode aksian, kode budaya dan kode simbolik. Dari data yang diperoleh, terdapat kode-kode yang ditemukan dalam kumpulan puisi Hernan Tori ini.
ANALISIS SEMIOTIKA TEORI UMBERTO ECO DALAM SASTRA LISAN LAMPUNG Aulia Yunisa; Naila Agustin; Nova Lisna; Zahra Adellia Dewi Jimny
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i1.1192

Abstract

Lampung oral literature is a form of cultural expression that is passed down from generation to generation through oral traditions such as sagata and ringget. This study aims to examine the symbolic meaning in the two literary works using Umberto Eco's semiotic approach. Eco views text as an open text, namely a text that is open to various interpretations according to the social, cultural, and experience backgrounds of the reader. The work of sagata Merantau represents a narrative of social suffering through symbols of alienation, economic struggle, and longing for one's hometown. Meanwhile, ringget conveys social criticism, love, and life values ​​through irony, metaphor, and idioms typical of Lampung culture. The results of the analysis show that the signs in both texts are not singular, but rather plural, ideological, and contextual. Lampung oral literature, in this case, is not only a means of entertainment or emotional expression, but also a space for the production of cultural meaning, representation of collective identity, and reflection of the social dynamics of society. Sastra lisan Lampung merupakan wujud ekspresi budaya yang diwariskan secara turun-temurun melalui bentuk tradisi lisan seperti sagata dan ringget. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam dua karya sastra tersebut menggunakan pendekatan semiotika Umberto Eco. Eco memandang teks sebagai open text, yakni teks yang terbuka terhadap berbagai interpretasi sesuai latar belakang sosial, budaya, dan pengalaman pembaca. Karya sagata Merantau merepresentasikan narasi penderitaan sosial melalui simbol-simbol keterasingan, perjuangan ekonomi, dan kerinduan kampung halaman. Sementara itu, ringget menyampaikan kritik sosial, cinta, dan nilai kehidupan melalui ironi, metafora, dan idiom khas budaya Lampung. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanda-tanda dalam kedua teks tidak bersifat tunggal, melainkan bersifat plural, ideologis, dan kontekstual. Sastra lisan Lampung, dalam hal ini, bukan hanya sebagai sarana hiburan atau ekspresi emosional, tetapi juga sebagai ruang produksi makna budaya, representasi identitas kolektif, dan refleksi dinamika sosial masyarakat.
KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN PUISI KEKASIHKU KARYA JOKO PINURBO Asyifa Zaharani; Heru Prasetyo; Munaris Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i1.1193

Abstract

This study uncovers the stylistic beauty in Joko Pinurbo’s poetry collection Kekasihku, highlighting the diverse linguistic expressions that offer emotional depth and aesthetic appeal. Through sharp use of figures of speech, the poems blend irony, metaphor, and personification, depicting the complexities and paradoxes of love. The imagery evoked is vivid, allowing the reader to not only see but also feel and hear the atmosphere, creating a profound multisensory experience. The careful selection of diction weaves each line with a harmonious rhythm, captivating the reader to reflect on every word spoken. Through fresh and poetic language, Joko Pinurbo creates not just literature but a journey of the soul, inviting the reader to explore the complexities of human relationships, with a deep philosophical touch. This work stands as a testament to how stylistics can evoke emotions and shape broader meanings in Indonesian literature. Penelitian ini mengungkap keindahan stilistika dalam kumpulan puisi Kekasihku karya Joko Pinurbo, dengan menyoroti keberagaman gaya bahasa yang menghadirkan kedalaman emosional dan estetika. Melalui permainan majas yang tajam, puisi-puisi ini memadukan ironi, metafora, dan personifikasi, menggambarkan dinamika cinta yang penuh paradoks dan kerumitan. Citraan yang dihadirkan begitu kuat, membawa pembaca merasakan suasana yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dapat dirasakan dan didengar, menciptakan pengalaman multisensorial yang mendalam. Pemilihan diksi yang cermat dan penuh arti menyulam setiap baris puisi dengan irama yang harmonis, memikat pembaca untuk lebih merenung dalam setiap kata yang diucapkan. Melalui gaya bahasa yang segar dan puitis, Joko Pinurbo tidak hanya menciptakan karya sastra, tetapi juga sebuah perjalanan batin yang mengajak pembaca menyelami kompleksitas hubungan manusia, dengan sentuhan filosofis yang mendalam. Karya ini menjadi bukti nyata bagaimana stilistika mampu menggugah emosi dan membentuk makna yang lebih luas dalam dunia sastra Indonesia.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI "DEBINGI DI LORONG" KARYA ADE SISKA Corry Miranda
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i1.1194

Abstract

This article aims to reveal and analyze the language style used in the poem Debingi di Lorong by Ade Siska. Poetry is a literary work that expresses the poet's thoughts and feelings imaginatively and is composed by prioritizing the power of language in physical and spiritual structures. The poem was chosen because it is rich in stylistic elements that reflect social and emotional realities in depth. The method used in this study is a qualitative-descriptive approach with textual analysis of the language structure of the poem. The results of the analysis show that Ade Siska uses various figures of speech such as metaphor, simile, personification, repetition, and sound elements such as alliteration and assonance to create aesthetic and emotional effects. The language style functions not only as a language decoration, but also strengthens the meaning and message to be conveyed, especially in describing inner tension and complex social atmosphere. Thus, this poem is not only a beautiful literary work, but also full of meaning and reflection on the life of society. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam puisi Debingi di Lorong karya Ade Siska. Puisi adalah karya sastra yang mengungkapkan oikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengutamakan kekuatan bahasa dalam struktur fisik dan batin. Puisi tersebut dipilih karena kaya akan unsur stilistika yang mencerminkan realitas sosial dan emosional secara mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis tekstual terhadap struktur bahasa puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ade Siska menggunakan berbagai majas seperti metafora, simile, personifikasi, repetisi, serta unsur bunyi seperti aliterasi dan assonansi untuk menciptakan efek estetis dan emosional. Gaya bahasa tersebut berfungsi tidak hanya sebagai penghias bahasa, tetapi juga memperkuat makna dan pesan yang ingin disampaikan, terutama dalam menggambarkan ketegangan batin dan suasana sosial yang kompleks. Dengan demikian, puisi ini tidak hanya menjadi karya sastra yang indah, tetapi juga sarat makna dan refleksi atas kehidupan masyarakat.
ANALISIS DEFAMILIARISASI DALAM PUISI API, PINTU, DAN SUGESTI JARAK KARYA AHMAD YULDEN ERWIN Muhammad Ardan
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i1.1195

Abstract

This article discusses defamiliarization in the poems Api, Pintu, and Sugesti Jarak. This research was conducted using a stylistic approach, because a literary work cannot be separated from stylistics. This research was also carried out to find out how the beauty of a poem can be seen from something unusual. The method used in this research is close reading, which is done by reading research material and in this research the poetry of fire, doors and distance suggestions in order to gain in-depth understanding. The stylistic approach was chosen as an approach in this research. In this research, the poem entitled Api, Pintu,Sugesti Jarak by Ahmad Yulden Erwin is the data studied using a stylistic study approach. With this research, syntactic deviations were found, as well as assonance, alliteration, anaphora and epiphora in the poem. Artikel ini membahas tentang defamiliarisasi pada puisi Api, Pintu, dan Sugesti Jarak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan stilistika, karena sebuah karya sastra tidak akan dapat dilepaskan dari stilistika. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana suatu keindahan sebuah puisi dapat dilihat dari suatu hal yang tidak biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah close reading yaitu dilakukan dengan cara membaca sebuah bahan penelitian dan dalam penelitian ini puisi api, pintu, dan sugesti jarak guna memperoleh pemahaman secara mendalam. Pendekatan stilistika dipilih sebagai suatu pendekatan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini puisi berjudul Api, Pintu, dan Sugesti Jarak karya Ahmad Yulden Erwin menjadi data yang dikaji dengan pendekatan kajian stilistika. Dengan penelitian ini ditemukan deviasi sintaksis, serta asonansi, aliterasi, anafora dan epifora pada puisi tersebut.
IDENTIFIKASI STILISTIKA PADA ASPEK BUNYI IRAMA DALAM WAWANCAN/PUISI LAMPUNG "BANYU/ WAY" KARYA SUKU ABUNG Nadila Ayu Putri
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1196

Abstract

Stylistics is intended to explain something that exists in the world of literature and to explain the artistic function, the function of beauty, in other words, stylistics explains the function of beauty in the use of language forms in poetry. Rhythm is the regular alternation of length, short, ups and downs and loudness and softness of spoken sounds. Data collection on aspects of sound. In poetry, it is not only to obtain a poetic effect in the form of poetry, but also to have other effects, for example the effect of beauty in the form of rhythmic sound, orchestration, melody. Apart from rhyming, the arrangement of words in a line of poetry can create a melodic, rhythmic sound and that will make the poem more beautiful, like a song. The aim of this research is to find out the sound aspect of the rhythm in the poem "BANYU/ WAY" by SUKU ABUNG. The data collection method uses the literature review method as a first step in preparing a research framework in order to obtain similar information through books, journals, literature or magazines. Results of this research Poetry can attract a lot of interest from readers and listeners, not only to see, read and hear, but also to interpret the contents of the poetry. Stilistika dimaksudkan untuk menerangkan sesuatu yang ada didalam dunia kesastraan dan untuk menerangkan fungsi arsitik, fungsi keindahan dengan kata lain stilistika menjelaskan fungsi keindahan dalam penggunaan bentuk bahasa dalam puisi .Irama merupakan pergantian panjang pendek, turun naik dan keras lembutnya ucapan bunyi secara teratur Pendataan aspek bunyi pada puisi tidak hanya untuk memperoleh efek kepuitisan yang berwujud persajakan saja, tetapi mempunyai efek efek lain contohnya efek keindahan berwujud keritmisan bunyi,orkestrasi,melodius. Selain bersajak, susunan kata didalam larik puisi itu dapat membuat suara yang melodis, ritmis dan itu akan membuat puisi menjadi lebih indah seperti nyanyian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aspek bunyi pada irama dalam puisi "BANYU/ WAY" karya SUKU ABUNG. Metode pengumpulan data menggunakan metode kajian kepustakaan untuk sebagai langkah awal menyiapkan kerangka penelitian agar memperoleh informasi yang sejenis melalui buku,jurnal ,literatul atau majalah. Hasil dari penelitian ini puisi dapat menarik banyak minat para pembaca serta pendengar bukan hanya sekedar untuk melihat,membaca dan mendengar saja tapi ingin mengartikan isi dari puisinya.
ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA ANTOLOGI PUISI SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUISI KARYA JOKO PINURBO Najwa Chautsar Adhelia; Heru Prasetyo; Munaris Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1197

Abstract

Poetry is a type of literary work that conveys ideas and feelings of the poet with language as a beautiful medium bound by structure, rhythm, and rhyme. This research aims to conduct a semiotic study of Ferdinand de Saussure on the poetry anthology "Selamat Menunaikan Ibadah Poisi" by Joko Pinurbo with each poem entitled "Pulang Malam", "Pada Mata", and "Ranjang Ibu". The semiotic analysis in this study aims to explore the deeper meaning of a poem by identifying and explaining the relationship between words and symbols used by the poet. The qualitative method was chosen because it allows us to give a richer and deeper interpretation of the poems. The results show that the poems are rich in symbolism that refers to various themes such as love, loss, hope, and death. Puisi adalah jenis karya sastra yang menyampaikan ide dan perasaan penyair dengan bahasa sebagai media indah yang diikat oleh struktur, irama, dan rima. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian semiotika Ferdinand de Saussure pada antologi puisi “Selamat Menunaikan Ibadah Puisi” karya Joko Pinurbo dengan masing-masing puisi yang berjudul “Pulang Malam”, “Pada Matanya”, dan “Ranjang Ibu”. Analisis semiotika dalam penelitian ini bertujuan untuk menggali makna yang lebih dalam dari sebuah puisi dengan cara mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan antara kata-kata dan simbol yang digunakan penyair. Metode kualitatif dipilih karena memungkinkan kita untuk memberikan interpretasi yang lebih kaya dan mendalam terhadap puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut kaya akan simbolisme yang mengacu pada berbagai tema seperti cinta, kehilangan, harapan, dan kematian.
KAJIAN STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI SUARAMU JALAN PULANG YANG KUKENALI KARYA ADIMAS IMMANUEL Putri Aulia Zahra; Heru Prasetyo; Munaris Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1198

Abstract

Stylistic study on Adimas Immanuel's poetry book, Your Voice is the Way Home that I Recognize. The three main objectives of this study are to reveal the use of diction; the use of images and poetry; and the majas contained in Adimas Immanuel's poetry. To answer these problems, there are three stylistic approaches used. The results show that Adimas Immanuel's poems use a lot of frontal and easy-to-understand language; five poem titles were used as data for this study. Diction is used to describe circumstances related to love. It gives a clear picture of the reader's state. Majas has the purpose of enhancing the meaning of poetry through the use of aesthetic sentences. Kajian Stilistika pada buku puisi Adimas Immanuel, Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali. Tiga tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan penggunaan diksi; penggunaan gambar dan puisi; dan majas yang terkandung dalam puisi Adimas Immanuel. Untuk menjawab masalah ini, ada tiga pendekatan stilistika yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi karya Adimas Immanuel banyak menggunakan bahasa yang frontal dan mudah dipahami; lima judul puisi digunakan sebagai data penelitian ini. Diksi digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkaitan dengan cinta. Cipta memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan pembaca. Majas memiliki tujuan untuk meningkatkan makna puisi melalui penggunaan kalimat yang estetis.

Page 1 of 2 | Total Record : 12