Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran merupakan Kawasan dengan nilai historis, namun memiliki tantangan dalam optimalisasi lahan fungsional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model eduwisata ketahanan pangan yang mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, dan ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan: identifikasi potensi lokal, perancangan zonasi lahan, pemilihan komoditas unggulan, penerapan sistem budidaya, dan perencanaan alur eduwisata. Melalui pendekatan arsitektur dan teknik sipil, tim merancang tata ruang mikro yang adaptif dengan memanfaatkan sistem urban farming. Hasil kegiatan berupa rancangan desain dengan pembagian zonasi menjadi zona budidaya dan zona edukasi dengan alur sirkulasi linier agar memberikan pengalaman tematik bagi pengunjung. Implementasi sistem hidroponik dan bedeng konvensional dijadikan sebagai sarana edukasi transisi pertanian yang realistis untuk direplikasi oleh masyarakat di lahan terbatas. Penggunaan Jambu Kristal sebagai ikon ekonomi ditujukan untuk memperkuat branding kawasan sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. Program ini memposisikan Kampoeng Kauman Heritage sebagai model percontohan eduwisata ketahanan pangan skala kecil yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026