Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN EDUWISATA KETAHANAN PANGAN BERBASIS PENATAAN RUANG MIKRO DI KAMPOENG KAUMAN HERITAGE BANYUMAS Fadhilah Siti Aniisah Haryono; Diajeng Sekar Shaliha; Eva Priyanti; Feri Setiyanto
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/migunaninusantara.v4i1.603

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran merupakan Kawasan dengan nilai historis, namun memiliki tantangan dalam optimalisasi lahan fungsional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model eduwisata ketahanan pangan yang mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, dan ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan: identifikasi potensi lokal, perancangan zonasi lahan, pemilihan komoditas unggulan, penerapan sistem budidaya, dan perencanaan alur eduwisata. Melalui pendekatan arsitektur dan teknik sipil, tim merancang tata ruang mikro yang adaptif dengan memanfaatkan sistem urban farming. Hasil kegiatan berupa rancangan desain dengan pembagian zonasi menjadi zona budidaya dan zona edukasi dengan alur sirkulasi linier agar memberikan pengalaman tematik bagi pengunjung. Implementasi sistem hidroponik dan bedeng konvensional dijadikan sebagai sarana edukasi transisi pertanian yang realistis untuk direplikasi oleh masyarakat di lahan terbatas. Penggunaan Jambu Kristal sebagai ikon ekonomi ditujukan untuk memperkuat branding kawasan sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. Program ini memposisikan Kampoeng Kauman Heritage sebagai model percontohan eduwisata ketahanan pangan skala kecil yang berkelanjutan.
KONFIGURASI SPASIAL GAPURA PADURAKSA, KELIR, DAN PAGER DI KOMPLEKS MASJID DAN MAKAM RAJA MATARAM KOTAGEDE Feri Setiyanto
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/vastutara.v1i2.15471

Abstract

The Kotagede Mosque and Royal Tomb Complex represents Javanese–Islamic vernacular architecture, showcasing a synthesis of religious, social, and symbolic functions. This study examines the spatial configuration of gapura paduraksa, kelir, and pager as architecture element in forming the hierarchical sacred space of the complex. A qualitative-descriptive method was employed with morphological and phenomenological approaches through field observation, visual documentation, and interviews. The results indicate that these three elements function as boundaries and transitional spaces guiding users from profane to sacred zones, resulting in five spatial layers (mosque, bangsal dudha, bangsal pengapit, sendang seliran, and royal tomb) that philosophically represent the relationship between Habluminallah and Habluminannas. Architectural forms and ornaments reflect the cultural acculturation between Hindu–Buddhist and Islamic values typical of the Mataram era.