Penelitian ini menganalisis tentang peran Studiefonds Mangkunegaran sebagai instrumen filantropi pendidikan dalam mendorong transformasi sosial masyarakat pada era kolonial. Sebagai inisiatif mandiri, lembaga ini hadir untuk mengatasi hambatan ekonomi masyarakat dalam mengakses pendidikan modern demi meningkatkan derajat sosial. Dengan menggunakan metode historis yang bersumber pada arsip primer Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran, kajian ini mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan pemicu utama modernitas di Praja Mangkunegaran. Studiefonds yang didirikan pada tahun 1912 berdasarkan Pranatan Pustaka Praja (Rijksblad) 15 Oktober 1913 ini pada awalnya bersifat eksklusif bagi golongan sentono dan priyayi. Namun, kebijakan tahun 1915 menandai pergeseran signifikan melalui pemberian akses peringanan biaya pendidikan bagi masyarakat umum. Program tersebut tidak hanya membantu pembiayaan sekolah, tetapi juga membentuk mobilitas sosial baru melalui lahirnya kelompok terdidik pribumi yang kemudian berperan dalam birokrasi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran Studiefonds menunjukkan adanya kesadaran elite Mangkunegaran terhadap pentingnya pendidikan sebagai sarana kemajuan dan emansipasi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan model kemandirian finansial pribumi sebagai bentuk resistensi terhadap restriksi pendidikan kolonial, yang memberikan kontribusi penting bagi historiografi pendidikan serta kajian filantropi di Indonesia, khususnya dalam konteks modernisasi masyarakat Jawa pada awal abad ke-20. Kata Kunci: Pendidikan; Pura Mangkunegaran; Studiefonds
Copyrights © 2026