Pengembangan usaha tani bawang merah di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, masih menghadapi kendala, terutama rendahnya pemahaman petani tentang hilirisasi produk dan belum optimalnya pemanfaatan literasi digital. Selama ini, hasil panen umumnya dijual dalam bentuk segar sehingga rentan terhadap fluktuasi harga dan belum memperoleh manfaat ekonomi secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman hilirisasi serta kapasitas literasi digital petani dalam pengembangan produk dan pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kuantitatif, melibatkan 30 petani. Kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, diskusi, dan pendampingan praktis. Evaluasi dilakukan melalui daftar hadir, angket respons, serta pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan tingkat kehadiran 93,3% dan penyelesaian kegiatan 86,7%. Nilai rata-rata meningkat dari 56,4 menjadi 82,7 setelah kegiatan. Peningkatan juga terlihat pada pemahaman hilirisasi, literasi digital, pemasaran digital, dan nilai tambah produk. Temuan ini menunjukkan kegiatan efektif dalam meningkatkan kapasitas awal petani menuju usaha tani yang lebih adaptif dan berorientasi pasar. Literasi digital menjadi kunci utama keberlanjutan hilirisasi produk pertanian di tingkat desa dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Copyrights © 2026