Madrasah Aliyah swasta Indonesia menghadapi kesenjangan kompetensi fiqh akibat pendekatan pembelajaran konvensional yang seragam dan kurang adaptif, dengan rata-rata skor pemahaman siswa hanya 64,2 dari 100 berdasarkan data baseline dari tiga madrasah di Kabupaten Bekasi. Penelitian ini mengembangkan chatbot generatif AI berbasis Llama 3.2 dengan arsitektur Retrieval-Augmented Generation (RAG) dan dataset fiqh Indonesia 3.000 Q&A, dilengkapi lapisan kepatuhan syariah untuk verifikasi sumber Al-Qur'an, hadis, dan Fatwa MUI. Pengujian pada 60 siswa kelas X-XII, 5 guru, dan 2 kepala madrasah selama empat minggu menghasilkan peningkatan pemahaman fiqh 40,7 persen (post-test 90,3), BLEU score 0,88, dan kepuasan pengguna 4,4/5 (Likert 1-5). Personalisasi adaptif (hifz-tajfid-taklifi) mencapai tingkat penyelesaian 78 persen, dengan akurasi syariah 92 persen. Kontribusi utama meliputi dataset fiqh open-source, model RAG syariah-compliant, dan deployment berbiaya rendah Rp3 juta/tahun untuk tiga madrasah. Sistem ini siap replikasi nasional bagi 12.500 madrasah swasta, mendukung transformasi digital pendidikan Islam era Industri 5.0.
Copyrights © 2026