Ketahanan pangan dan kesehatan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan, namun pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Buntulia Tengah masih belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola pekarangan secara produktif melalui sistem biointegrasi tanaman apotek hidup, serta meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kolaboratif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan di empat dusun sasaran. Tahapan kegiatan meliputi observasi, sosialisasi, praktik penanaman (kemangi, bidara arab, ketumbar), serta pendampingan intensif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat yang mulai memandang pekarangan sebagai sumber pangan dan obat herbal, dibuktikan dengan pembuatan demplot percontohan dan partisipasi aktif warga. Selain itu, program kolaborasi lintas jurusan berupa edukasi kesehatan gigi dan inovasi tempat sampah berbahan bambu berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sanitasi lingkungan. Secara keseluruhan, integrasi program ini berkontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan dan kemandirian kesehatan keluarga di Desa Buntulia Tengah.
Copyrights © 2026