Usaha ayam broiler merupakan salah satu usaha di sektor peternakan yang berkembang pesat di Indonesia seiring dengan meningkatnya permintaan protein hewani. Di Kabupaten Kupang, usaha ayam broiler dijalankan melalui dua pola usaha yaitu pola mandiri dan pola kemitraan. Kedua pola tersebut memiliki karakteristik pengelolaan resiko serta potensi keuntungan yang berbeda sehingga menimbulkan perdebatan mengenai pola usaha yang lebih menguntungkan bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan dan kelayakan finansial usaha ayam broiler pada pola mandiri dan kemitraan di Kabupaten Kupang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2024 menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel multistage sampling. Responden penelitian terdiri dari 26 peternak yang terdiri atas 6 peternak pola mandiri dan 20 peternak pola kemitraan. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan serta analisis kelayakan usaha yang meliputi R/C ratio, dan Break Event Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usaha ayam broiler pola mandiri sebesar Rp11.392.237,50 per periode produksi, lebih tinggi dibandingkan pola kemitraan sebesar Rp.2.948.826,60. Nilai R/C ratio pada pola mandiri sebesar 1,96 sedangkan pada pola kemitraan sebesar 1,03. Analisis BEP menunjukkan bahwa usaha pola mandiri mencapai titik impas pada penjualan 47 ekor dengan harga Rp23.302,11 per kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pola usaha layak dijalankan, namun pola mandiri memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan pola kemitraan di Kabupaten Kupang.
Copyrights © 2026