Kecanduan gawai pada anak dan remaja telah memicu krisis kesehatan mental dan degradasi moral yang serius. Pendekatan eksternal dan intervensi medis terbukti belum menyentuh akar permasalahan yang terletak pada lemahnya kontrol diri terhadap algoritma digital adiktif. Penelitian kualitatif studi kepustakaan ini bertujuan menganalisis peran pendidikan akhlak sebagai instrumen pengendalian perilaku adiktif dalam perspektif Islam. Data bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, pemikiran ulama, serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak berfungsi sebagai sistem kendali internal (self-control) melalui nilai sabar, bijaksana, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini berperan sebagai "antivirus mental" yang menahan impuls adiktif dan menjaga kedaulatan individu atas waktu. Disimpulkan bahwa penguatan akhlak merupakan solusi preventif fundamental dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif teknologi digital.
Copyrights © 2026