Program bantuan pangan merupakan instrumen penting pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga miskin dan rentan. Namun, di banyak daerah, proses pendataan dan distribusinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga, keterlambatan pelaporan, dan risiko kesalahan sasaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendampingan partisipatif mahasiswa dalam mendukung implementasi Aplikasi Banpang (Bantuan Pangan) di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan akurasi administrasi bantuan pangan. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan utama pra-penyebaran undangan, persiapan dan koordinasi, serta pelaksanaan distribusi dan input data digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mahasiswa mampu mempercepat proses verifikasi identitas, pencocokan data, serta unggah dokumentasi digital sehingga seluruh data penerima dapat tersinkronisasi dalam satu hari, lebih cepat dibanding proses sebelumnya yang membutuhkan hingga tiga hari. Digitalisasi melalui Banpang juga meningkatkan kualitas pelaporan dan transparansi, meskipun tetap ditemui tantangan seperti keterbatasan perangkat dan ketidaktepatan waktu kehadiran warga. Secara keseluruhan, pendampingan partisipatif terbukti efektif dalam mendukung kesiapan desa menuju tata kelola distribusi bantuan pangan yang lebih akuntabel, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Copyrights © 2026