Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar dan suku bunga terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Fenomena fluktuasi inflasi yang tidak stabil di tengah tren peningkatan jumlah uang beredar (M2) menjadi latar belakang utama dilakukannya kajian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data yang dianalisis merupakan data sekunder berupa data runtun waktu (time series) periode 2018–2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2018–2023, perkembangan jumlah uang beredar cenderung meningkat, sedangkan inflasi dan suku bunga menunjukkan pergerakan yang berfluktuasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa hubungan antara jumlah uang beredar dan suku bunga terhadap inflasi bersifat dinamis dan tidak selalu linear. Pada periode tertentu seperti tahun 2019–2021, peningkatan jumlah uang beredar justru diikuti oleh penurunan inflasi yang disebabkan oleh faktor rendahnya daya beli masyarakat selama pandemi. Sebaliknya, pada tahun 2022, kenaikan jumlah uang beredar dan suku bunga berbanding lurus dengan lonjakan inflasi akibat peningkatan permintaan agregat dan gangguan rantai pasok global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kebijakan moneter dalam mengendalikan inflasi sangat bergantung pada kondisi ekonomi riil dan faktor eksternal.
Copyrights © 2026