Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) telah diimplementasikan di berbagai desa di Indonesia, akan tetapi dalam praktiknya masih dijumpai sejumlah kendala yang menghambat optimalisasi pengelolaannya dengan bertujuan mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan. Metodologi yang digunakan yaitu diperoleh secara langsung dari lapangan melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pengurus BUM Desa Ki Ageng dan data berasal dari dokumen yang telah tersedia, seperti profil BUM Desa dan studi kepustakaan dengan menelaah jurnal, buku, dan sumber terpercaya lainnya. Hasil dari PKM tersebut BUM Desa Ki Ageng Pajaran berperan penting dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai unit usaha berbasis potensi lokal, dengan layanan air bersih sebagai sektor unggulan. Namun, kinerjanya belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, modal, serta kendala operasional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas SDM, dan pengembangan usaha agar kontribusi terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat dapat lebih maksimal.
Copyrights © 2026