Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko cuaca ekstrem pada 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis konsep aktuaria, meliputi volatilitas dan Value at Risk (VaR). Cuaca ekstrem menjadi ancaman signifikan bagi Aceh karena letak geografisnya yang dipengaruhi angin muson, kondisi pesisir, serta topografi yang beragam. Data yang digunakan berupa skor indeks risiko cuaca ekstrem yang kemudian dianalisis melalui tahapan perhitungan volatilitas menggunakan standar deviasi, estimasi VaR dengan metode kuantil historis pada tingkat kepercayaan 95%, serta klasifikasi risiko kategorikal berdasarkan nilai ambang yang sesuai dengan karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 wilayah berada pada kategori risiko tinggi dan 8 wilayah berada pada kategori risiko sedang, dengan skor tertinggi dimiliki Aceh Besar (36,41) dan terendah Kota Sabang (25,3). Nilai volatilitas sebesar 3,21 mengindikasikan adanya fluktuasi risiko yang moderat antar wilayah. Estimasi VaR sebesar 26,27 menunjukkan batas minimum risiko pada tingkat kepercayaan 95%. Temuan ini memperlihatkan bahwa wilayah pesisir dan dataran rendah memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi dibanding wilayah pegunungan. Secara keseluruhan, analisis volatilitas dan VaR terbukti efektif sebagai alat ukur kuantitatif untuk mendukung prioritas mitigasi bencana dan perencanaan adaptasi iklim berbasis data di Provinsi Aceh.
Copyrights © 2026