Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan nasional karena berkaitan dengan kesejahteraan dan stabilitas sosial ekonomi, namun masih terdapat disparitas antar kabupaten/kota di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan menggunakan algoritma Classification and Regression Tree (CART). Data bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik yang mencakup 512 kabupaten/kota, dengan variabel respon berupa komposit ketahanan pangan dan variabel prediktor meliputi kedalaman kemiskinan, persentase pengeluaran pangan, serta persentase stunting. Analisis dilakukan melalui tahapan preprocessing, penyederhanaan kategori ketahanan pangan untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas, pembagian data pelatihan dan pengujian, pembangunan serta pemangkasan pohon CART, dan evaluasi menggunakan confusion matrix. Hasil menunjukkan model terbaik memiliki akurasi 84,47% dan macro F1 sebesar 0,5749. Kedalaman kemiskinan menjadi faktor paling dominan, diikuti stunting dan pengeluaran pangan. Wilayah dengan kemiskinan tinggi cenderung berada pada kategori ketahanan pangan rentan, sedangkan wilayah dengan kemiskinan rendah dan kondisi gizi lebih baik cenderung berada pada kategori ketahanan pangan tahan. Dengan demikian, CART terbukti efektif dan interpretatif dalam mengidentifikasi faktor utama ketahanan pangan sebagai dasar kebijakan berbasis data.
Copyrights © 2026