Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembinaan karakter religius sebagai strategi preventif dalam menanggulangi perilaku perundungan di MTsN 3 Boyolali. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana nilai-nilai transendental diinternalisasi untuk membangun kontrol diri dan empati siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, guru BK, dan siswa, serta observasi langsung terhadap aktivitas keagamaan dan dokumentasi program madrasah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius di MTsN 3 Boyolali berhasil memitigasi perilaku perundungan melalui tiga mekanisme utama: (1) Habituasi Ibadah, seperti tadarus pagi dan shalat berjamaah yang menenangkan emosi serta menghapus batasan hierarkis antar siswa; (2) Keteladanan dan Budaya 5S, yang menciptakan iklim lingkungan ramah dan persuasif ; serta (3) Internalisasi Nilai Transendental, yang membangun kesadaran akan pengawasan Tuhan (Muraqabah), sehingga siswa menahan diri dari tindakan agresi bukan karena takut sanksi, melainkan tanggung jawab moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi preventif berbasis religiusitas efektif menyentuh akar permasalahan perundungan dengan membangun benteng moral internal (internal locus of control) pada siswa.
Copyrights © 2026