Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan circuit training berpengaruh terhadap kemampuan under basket shoot pemain bola basket U-20 Club Mopra Pringgasela. Premis utama penelitian adalah bahwa under basket shoot tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknik menembak jarak dekat, tetapi juga oleh kekuatan tungkai, daya ledak, stabilitas inti, koordinasi, dan daya tahan otot yang mendukung pemain mempertahankan akurasi dalam kondisi gerak cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 15 pemain U-20 yang dipilih secara purposive. Perlakuan berupa circuit training dilaksanakan dalam 16 pertemuan melalui enam stasiun latihan, yaitu squat jump, lunges, bounding, jumping jacks, lompat tanpa awalan, dan plank to squat jump. Instrumen penelitian menggunakan tes under basket shoot selama satu menit, dengan skor berupa jumlah tembakan yang berhasil masuk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata dari 14,33 pada pre-test menjadi 22,87 pada post-test, dengan selisih 8,54 tembakan. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga hipotesis diuji menggunakan paired sample t-test. Hasil uji-t menunjukkan nilai t hitung -26,526 dengan signifikansi p < 0,001, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menegaskan bahwa circuit training efektif meningkatkan kemampuan under basket shoot karena memberi stimulus simultan pada komponen fisik dan koordinatif yang relevan dengan tembakan jarak dekat. Program ini direkomendasikan sebagai metode latihan aplikatif bagi pelatih bola basket usia muda. Kata Kunci: Bola Basket, Circuit Training, Under Basket Shoot, Pemain U-20, Latihan Teknik.
Copyrights © 2025