Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan circuit training berpengaruh terhadap peningkatan frekuensi tendangan dolyo chagi pada atlet Wolf Taekwondo Team Kota Mataram. Permasalahan utama penelitian berangkat dari kebutuhan peningkatan kecepatan tendangan dalam kyorugi, karena dolyo chagi merupakan teknik dominan untuk membuka serangan, melakukan serangan balik, dan memperoleh poin. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri atas 20 atlet laki-laki usia 15-18 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Perlakuan diberikan dalam bentuk circuit training selama enam minggu, tiga kali per minggu, melalui enam stasiun latihan: tendangan menggunakan ankle weight, sit up, squat jump, back up, skipping, dan high knee. Instrumen penelitian berupa tes frekuensi tendangan dolyo chagi selama 10 detik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata frekuensi tendangan dari 20,62±1,99 pada pre-test menjadi 22,82±2,03 pada post-test, dengan selisih rerata 2,20 tendangan atau peningkatan sekitar 10,67%. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai t=-28,91 dan p=0,000, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menegaskan bahwa circuit training yang disusun secara spesifik, progresif, dan berorientasi pada komponen kekuatan tungkai, stabilitas inti, koordinasi, dan kecepatan gerak efektif meningkatkan frekuensi dolyo chagi. Penelitian ini berkontribusi sebagai dasar praktis bagi pelatih dalam menyusun program latihan tendangan taekwondo berbasis bukti. Kata Kunci: Circuit Training, Dolyo Chagi, Frekuensi Tendangan, Taekwondo, Latihan Fisik.
Copyrights © 2025