Tujuan yang dilakukan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variasi persen perekat serta pengaruh perbandingan berat limbah ampas tebu juga tempurung kelapa terhadap kualitas briket. Penggunaan variabel penelitian briket ini yaitu perbandingan berat arang ampas tebu juga tempurung kelapa (w/w %) 0:100; 25:75; 50:50; 75:25; dan 100:0 serta persen perekat tepung tapioka (w/w) yaitu 5%, 15%, 25% dan 35%. Cara pembuatan bahan bakar berupa briket memiliki beberapa langkah, seperti persiapan bahan, karbonisasi, penumbukan, pencampuran, pencetakan hingga pengeringan dan analisis produk. Briket dengan kualitas terbaik terdapat pada perbandingan arang ampas tebu juga tempurung kelapa 50:50 serta penggunaan perekat tepung tapioka sebanyak 5%. Briket hasil akhir memiliki kadar udara 6,01%, kadar abu 5,68%, kandungan zat terbang 28,14%, kadar karbon terikat 60,17%, kerapatan 1,08% serta nilai kalor tertinggi mencapai 5333,89 kal/g. Sementara itu, laju pembakaran tercepat ditemukan pada briket dengan perbandingan berat 100:0 dari arang campuran limbah ampas tebu dan tempurung kelapa dan penggunaan perekat tepung tapioka sebanyak 5% sebesar 0,19 gr/menit. Kata Kunci: Briket, ampas tebu, tempurung kelapa, karbonisasi, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, kerapatan, laju pembakaran daln nilai kalor
Copyrights © 2026