Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effort to Improve Water Quality of the Pemandian Alam Tourism in Batu Mbelin Village, North Sumatera Yanqoritha, Nyimas; Sinurat, Serepita; Kuswandi; Handayani, Meyga Fitri; Sulhatun; Suryati
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.411 KB) | DOI: 10.70110/ijcsc.v1i1.4

Abstract

The purpose of monitoring the water quality of Deli River at the Pemandian Alam in Mbelin Village, Sibolangit District was an effort to ensure that the Deli River at the meeting point of the Lau Betimus and Lau Petani were a Natural Bath that is safe from pollution. At the confluence point of the Lau Betimus and Lau Petani, it was observed based on the pollution index described by each station from upstream to downstream. The Deli River Pollution Index at the monitoring point of the Lau Betimus and the confluence of the Lau Petani were 0.49 and 0.55, which means the water quality is in good condition index or meets the quality standard. This means that the water quality at the observation station is still natural and has not been polluted by pollutants or waste.
Pembuatan Sabun Padat Transparan Antiseptik dengan Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Riuz & Pav) Rahayu, Puput Sri; Suryati; Rizka Mulyawan; Sulhatun; Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.23790

Abstract

Sabun merupakan produk yang terbuat dari campuran natrium dan bebas lemak yang berfungsi sebagai pembersih kulit dari bakteri dan kotoran yang terkumpul dalam busa, dengan atau tanpa zat, serta tidak menyebabkan iritasi kulit  tambahan serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Sebagai variasi dalam pembuatan sabun padat transparan, penelitian ini menggunakan bahan baku seperti zaitun, minyak goreng , dan NaOH berbahan dasar ekstrak daun sirih merah ( piper crocatum & pav ). Pada penelitian ini menggunakan variasi ekstrak 5 ml, 10 ml, 15 ml dan 20 ml dengan variasi etanol 5 ml, 10 ml, 15 ml dan 20 ml. Hasil penelitian pada pengujian pH menunjukkan sesuai dengan standar SNI yaitu 9-10 hasil pengujian pada penelitian ini berada pada nilai 9,3 yaitu pada variasi ekstrak daun sirih merah 20 ml dan dengan variasi ekstrak etanol 15 ml sedangkan nilai pH  tertinggi yaitu 10,02 dengan variasi ekstrak daun sirih merah 5 ml dan variasi etanol nya 5 ml. Pada hasil pengujian kadar air paling rendah yaitu 8,44% pada variasi ekstrak daun sirih merah 5 ml dan volume etanol 20 ml sedangkan nilai kadar air tertinggi diperoleh pada nilai 13,54% dengan volume ekstrak 20 ml dan etanol nya 5 ml. Hasil pengujian stabilitas busa terendah diperoleh 66% dengan variasi ekstrak daun sirih merah 5 ml dengan volume etanol 10 ml sedangkan hasil stabilitas busa tertinggi diperoleh 80% dengan variasi ekstrak daun sirih merah 15 dan etanol 15 ml. Hasil uji antibakteri  diperoleh pada ekstrak daun sirih merah 20 ml dengan etanol 20 ml menghasilkan sabun padat dengan aktivitas antibakteri tertinggi dibandingkan dengan yang lainnya.  
Pembuatan Biokomposit Kitosan dan Pati Kacang Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) Sebagai Aplikasi Pembalut Luka dengan Penambahan Asam Tanat Wulandari, Melianda Putri; Suryati; Zainuddin Ginting; Sulhatun; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.20679

Abstract

Wound dressing adalah lapisan pelindung luka untuk menjaga kelembapan dan mendukung proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan secara alami. Produk ini harus memiliki sifat biokompatibel, rendah toksisitas, antibakteri, serta stabilitas kimia yang baik agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biokomposit wound dressing berbahan dasar kitosan dan pati kacang kedelai dengan penambahan crosslinker berupa asam tanat. Metode penelitian meliputi tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, pembuatan biokomposit, dan pengujian sifat-sifatnya. Pada analisa swelling hasil dari biokomposit dengan bahan aditif Asam Tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 466,66 %. Pada analisa absorbsi hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 666,66 %. Pada analisa ketebalan hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 0,156. Pada analisa kuat tarik dan elongasi menunjukkan hasil terbaik pada biokomposit dengan asam tanat 2% sebesar 13,44 MPa dan 2,08 mm. Pada analisa Analisis FTIR mengidentifikasi gugus fungsi O-H, C-H, dan C=O, yang mengindikasikan sifat hidrofilik, mudah terdegradasi, ramah lingkungan, serta terjadinya ikat silang. Pada analisa antibakteri, biokomposit dengan asam tanat 6% mampu mengurangi jumlah bakteri menjadi 20 count.
Pembuatan Briket dari Campuran Limbah Ampas Tebu (Bagasse) dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Bakar Alternatif dengan Metode Karbonisasi Vinky Lorenza; Ibrahim, Ishak; Suryati; Hasfita, Fikri; Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dilakukan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variasi persen perekat serta pengaruh perbandingan berat limbah ampas tebu juga tempurung kelapa terhadap kualitas briket. Penggunaan variabel penelitian briket ini yaitu perbandingan berat arang ampas tebu juga tempurung kelapa (w/w %) 0:100; 25:75; 50:50; 75:25; dan 100:0 serta persen perekat tepung tapioka (w/w) yaitu 5%, 15%, 25% dan 35%. Cara pembuatan bahan bakar berupa briket memiliki beberapa langkah, seperti persiapan bahan, karbonisasi, penumbukan, pencampuran, pencetakan hingga pengeringan dan analisis produk. Briket dengan kualitas terbaik terdapat pada perbandingan arang ampas tebu juga tempurung kelapa 50:50 serta penggunaan perekat tepung tapioka sebanyak 5%. Briket hasil akhir memiliki kadar udara 6,01%, kadar abu 5,68%, kandungan zat terbang 28,14%, kadar karbon terikat 60,17%, kerapatan 1,08% serta nilai kalor tertinggi mencapai 5333,89 kal/g. Sementara itu, laju pembakaran tercepat ditemukan pada briket dengan perbandingan berat 100:0 dari arang campuran limbah ampas tebu dan tempurung kelapa dan penggunaan perekat tepung tapioka sebanyak 5% sebesar 0,19 gr/menit. Kata Kunci: Briket, ampas tebu, tempurung kelapa, karbonisasi, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, kerapatan, laju pembakaran daln nilai kalor
Pengaruh Variasi Pati Sukun (Artocarpus Altilis) dan Gliserol terhadap Karakteristik Edible Film Fibarzi, Wiza Ulfa; Rizka Nurlaila; Andira, Riza; Hasfita, Fikri; Sulhatun; Afred, Merymistika Yufrani
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26798

Abstract

Peningkatan limbah plastik yang sulit terdegradasi menjadi permasalahan serius bagi lingkungan, khususnya dalam sektor pengemasan pangan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif kemasan ramah lingkungan yang bersifat biodegradable, seperti edible film berbasis pati. Meskipun pemanfaatan pati dan plasticizer telah banyak diteliti, kajian mengenai pengaruh kombinasi pati sukun (Artocarpus altilis) dengan plasticizer campuran serta keterkaitannya terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi pati sukun (3, 4, 5, dan 6 gr) dan gliserol (2, 3, 4 dan 5 ml) dengan penambahan sorbitol terhadap karakteristik edible film. Karakterisasi meliputi kadar air, swelling, kuat tarik, elongasi, biodegradabilitas, serta analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air pati sebesar 11,92% telah memenuhi standar. Nilai kuat tarik berkisar antara 0,80–1,11 MPa, sedangkan elongasi 7,44–9,58%. Peningkatan konsentrasi gliserol menurunkan kuat tarik namun meningkatkan fleksibilitas film. Nilai swelling terendah sebesar 11,26% diperoleh pada formulasi 3 gram pati dan 2 mL gliserol. Seluruh sampel menunjukkan biodegradabilitas yang sangat baik dengan degradasi 100% dalam waktu kurang dari satu minggu. Analisis FTIR menunjukkan tidak terbentuknya gugus fungsi baru, sehingga interaksi yang terjadi bersifat fisik. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pati sukun dan plasticizer campuran berpotensi menghasilkan edible film dengan biodegradabilitas tinggi, meskipun diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan sifat mekaniknya agar memenuhi standar yang berlaku.