Produksi kertas di Indonesia berdasarkan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) mencapai 12,98 juta ton/tahun.Kertas yang telah digunakan dan dibuang dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kandungan selulosa pada kertas sangat tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Limbah kertas HVS merupakan salah satu jenis limbah padat yang mengandung selulosa tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan hidrolisis asam HCl terhadap bahan baku serta waktu fermentasi terhadap kadar, densitas, dan viskositas bioetanol yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan menggunakan larutan HCl dengan perbandingan 1:2, 1:3, 1:4 dan 1:5 antara asam dan kertas HVS, kemudian difermentasi menggunakan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae selama 3, 5, dan 7 hari. Setelah fermentasi selesai, hasil cairan dianalisis meliputi kadar bioetanol tertinggi pada perbandingan 1:5 pada waktu fermentasi selama 5 hari dengan nilai 7,22% menggunakan piknometer, densitas (0,7881g/mL), dan viskositas (1,135mPa·s) menggunakan viskosimeter Ostwald..
Copyrights © 2026