Musik gambusu merupakan salah satu seni musik tradisional masyarakat Tolaki yang berfungsi sebagai media ekspresi, hiburan, penyampai doa, dan penguat nilai sosial dalam berbagai peristiwa adat. Perubahan pola hidup, modernisasi hiburan, serta berkurangnya ruang pertunjukan tradisional menyebabkan eksistensi gambusu semakin terbatas, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan seni musik gambusu pada suku Tolaki di Kabupaten Konawe, menganalisis makna syair gambusu dalam konteks pekawi'a, serta mengidentifikasi nilai sosial, religius, dan pedagogis yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan ditentukan secara purposive, meliputi pemain gambusu, pembina sanggar, seniman mandiri, dan tokoh masyarakat yang memahami praktik gambusu Tolaki. Data dianalisis melalui reduksi, klasifikasi, penyajian data, pembacaan heuristik-hermeneutik Michael Riffaterre, serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan gambusu muncul dalam konteks pekawi'a, pepokolapasia, pergaulan muda-mudi, dan aktivitas kerja masyarakat. Syair pekawi'a memuat penghormatan kepada adat, keluarga, pemerintah, serta doa keselamatan bagi mempelai. Nilai yang ditemukan meliputi persatuan, tolong-menolong, gotong royong, iman, tawakal, akhlak, estetika, tata krama, dan kepribadian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambusu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang merekam etika sosial, religiositas, dan pendidikan karakter masyarakat Tolaki. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian pendidikan seni berbasis tradisi lokal dan pelestarian warisan budaya takbenda.
Copyrights © 2022