Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pembelajaran tari pada Sanggar Seni Abdi Tri Dharma di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan, dengan fokus pada komponen input, proses, dan output pembelajaran. Kajian ini penting karena sanggar seni berperan sebagai ruang pendidikan nonformal, pelestarian budaya, serta pengembangan kreativitas generasi muda di wilayah transmigrasi yang mempertemukan budaya Jawa, Bali, dan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola, pelatih, anggota, dan masyarakat, serta dokumentasi aktivitas latihan dan pementasan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input pembelajaran meliputi sistem rekrutmen berbasis kekeluargaan, pendekatan individual, promosi dari mulut ke mulut, serta program kerja mingguan, bulanan, dan tahunan. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui pengelompokan kemampuan, pengenalan makna tari, latihan olah tubuh, olah napas, olah rasa, olah musik, tata rias, kostum, dan tata lampu. Output pembelajaran tampak pada keterlibatan sanggar dalam pementasan masyarakat, kegiatan pemerintahan, festival, lomba, serta lahirnya alumni yang mendirikan sanggar dan mendampingi sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa sistem pembelajaran Sanggar Seni Abdi Tri Dharma tidak hanya menghasilkan keterampilan tari, tetapi juga membangun disiplin, kerja sama, identitas budaya, dan keberlanjutan pendidikan seni berbasis komunitas.
Copyrights © 2025