Pembelajaran seni kriya berbasis limbah plastik penting dikembangkan karena mampu menghubungkan pendidikan seni, kreativitas peserta didik, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan seni kriya berbahan limbah botol plastik serta menganalisis kualitas karya yang dihasilkan siswa SMP Negeri Satu Atap 2 Bondoala Kabupaten Konawe. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan penilaian kuantitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, praktik pembuatan karya, dokumentasi foto, dan penilaian karya berdasarkan tiga aspek, yaitu gagasan/ide, kreativitas, serta teknik pembuatan. Subjek penilaian karya berjumlah 44 siswa yang terbagi dalam kelompok praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan seni kriya meliputi penyediaan alat dan bahan, pemilihan botol plastik, pembersihan bahan, pemotongan sesuai pola, pembentukan tangkai, daun dan bunga, pengecatan, perangkaian, serta penyelesaian karya. Kualitas karya siswa berada pada kategori baik hingga sangat baik. Pada aspek gagasan/ide, 27,27% siswa berada pada kategori sangat baik dan 70,45% pada kategori baik; pada aspek kreativitas, 75,00% sangat baik dan 18,18% baik; sedangkan pada aspek teknik, 50,00% sangat baik dan 45,45% baik. Rerata skor keseluruhan mencapai 3,46 dari skala 4 atau setara dengan 86,55%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah plastik dapat menjadi media pembelajaran seni kriya yang efektif untuk melatih keterampilan, kreativitas, kerja sama, dan kesadaran lingkungan siswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada model pembelajaran seni kriya sederhana, murah, kontekstual, dan dapat direplikasi pada sekolah dengan keterbatasan sarana.
Copyrights © 2025