Peningkatan permintaan infrastruktur jalan mendorong inovasi aspal modifikasi belerang (4-6%) untuk meningkatkan ketahanan perkerasan. Berdasarkan uji propertis AASHTO/SNI pada aspal PEN 60/70, kadar 4% belerang meningkatkan densitas (+7,7%) tanpa segregasi, sedangkan kadar 5-6% meningkatkan fleksibilitas (daktilitas +12,3%) dan kelunakan (penetrasi +17,7%). Namun, kadar >4% menurunkan titik nyala (-39,8%) dan viskositas (-30,01%), meningkatkan risiko kebakaran dan rutting. Kadar 4-5% optimal untuk menyeimbangkan performa reologi dan risiko, direkomendasikan untuk aplikasi di iklim dingin dengan pengawasan suhu ketat dan uji emisi gas (H₂S/SO₂). Penelitian lanjutan dapat mengkombinasikan belerang dengan polimer seperti crumb rubber untuk mitigasi kelemahan. Kata kunci: Aspal modifikasi, Belerang, Reologi, AASHTO, Uji Propertis
Copyrights © 2026