Kebiasaan jajan makanan ringan di sekolah, dapat beresiko terhadap kesehatan. Makanan manis seperti gula, permen, cokelat, maupun minuman manis merupakan salah satu faktor risiko dari karies gigi. Strategi untuk mencegah perkembangan karies telah diformulasikan dengan cara menekan faktor penyebab, diantaranya yaitu menekan jumlah bakteri dan kontrol kandungan gula makanan. Strategi tersebut dikemas salah satunya dalam bentuk edukasi kesehatan gigi. Edukasi jajanan sehat dan bergizi yang diperoleh dari sekolah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan berdampak pada pola konsumsi yang lebih baik. Dengan meminimalisir penyakit karies, maka siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa rasa sakit dan kualitas hidup menjadi meningkat. Aktivitas pembatasan penjualan makanan manis dan implementasi kegiatan promosi kesehatan di sekolah, dapat menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan untuk kesehatan rongga mulut. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan mengenai karies gigi dan inisiasi sekolah sehat bebas gigi berlubang. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan FGD pada pembuat kebijakan, guru, karyawan, dan pengelola kantin, sekolah serta sosialisasi dengan menggunakan media poster pencegahan gigi berlubang di kantin dan koperasi sekolah. Hasilnya yaitu terdapat peningkatan pengetahuan mengenai karies gigi dan rekomendasi untuk sekolah agar dapat tercipta lingkungan sekolah yang sehat tanpa gigi berlubang. Dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai sekolah sehat bebas gigi berlubang diperlukan berbagai macam pendekatan pada seluruh sivitas sekolah, diantaranya terhadap siswa, guru, karyawan, dan pengelola kantin sekolah
Copyrights © 2026