Permasalahan lingkungan belajar sekolah dasar yang belum memenuhi standar kesehatan, ergonomi, dan kepatuhan regulasi masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan model transformasi lingkungan belajar berbasis pendekatan integratif sosial, kesehatan, ergonomi, dan kepatuhan hukum di SD Negeri Ngasem Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, penyuluhan interaktif, diskusi, simulasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pendampingan penataan ruang kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan warga sekolah sebesar 37%, perbaikan tata ruang kelas sesuai prinsip ergonomi, peningkatan praktik PHBS siswa, serta penguatan partisipasi dan tata kelola sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Model integratif ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran kolektif dan kualitas lingkungan belajar secara berkelanjutan. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk direplikasi pada sekolah dasar lainnya
Copyrights © 2026