Diaspora Indonesia di Jepang semakin bertambah namun demikian mereka memiliki tantangan tersendiri dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal, terutama di tengah munculnya sentimen negatif terhadap imigran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep nilai dasar masyarakat Jepang, yaitu Wa (harmoni), Omoiyari (empati), dan Honne-Tatemae (suara hati dan citra publik) kepada diaspora Muslim Indonesia di Osaka agar mengetahui cara hidup berdampingan dengan masyarakat lokal. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui angket terbuka yang dilaksanakan di Masjid Ibaraki, Osaka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi peserta dalam berinteraksi adalah hambatan bahasa dan kesulitan memahami pola komunikasi masyarakat Jepang yang tidak langsung. Melalui pemaparan materi, peserta berhasil memahami ketiga konsep tersebut sebagai nilai dasar masyarakat Jepang. Selain itu, sebagian besar peserta menemukan titik temu antara nilai-nilai Jepang tersebut dengan ajaran Islam, khususnya dalam hal menjaga hubungan baik antarmanusia (hablum minannas). Pemahaman ini memberikan strategi bagi diaspora Muslim Indonesia untuk dapat beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat Jepang tanpa harus mengorbankan keyakinan mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya koeksistensi multikultural di Jepang
Copyrights © 2026