Down Syndrome (DS) merupakan kelainan genetik akibat non-disjunction kromosom 21 atau trisomi 21, yang berdampak pada retardasi mental. Ibu memiliki peran utama dalam merawat, membimbing, dan mengawasi anak dengan DS setiap harinya, sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis ibu dan berisiko menyebabkan depresi. Depresi merupakan gangguan mood yang ditandai dengan kehilangan energi dan minat, perasaan bersalah, kesulitan berkonsentrasi, penurunan nafsu makan, serta munculnya pikiran tentang kematian atau bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat depresi pada ibu dengan anak DS di POTADS Kota Samarinda berdasarkan usia ibu, pendidikan terakhir, pekerjaan, jumlah anak, status pernikahan, dan usia anak dengan DS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) yang terdiri dari 50 responden dengan menggunakan metode total sampling, pada responden yang menjadi anggota yayasan POTADS Kota Saamarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 44-60 tahun (54,%), berpendidikan SMA (48%), berstatus menikah (86%), bekerja sebagai IRT (84%), memiliki 2-5 anak (76%), dan memiliki anak dengan DS berusia 10–18 tahun (40%). Mayoritas responden berada dalam kategori minimal depresi (86%) dan sebanyak 7 ibu dengan gangguan depresi.Tingkat ringan (6%), sedang (4%) dan berat (4%).
Copyrights © 2026