Perkembangan ekonomi digital menuntut pekerja migran Indonesia memiliki keterampilan pemasaran digital sebagai bekal kemandirian ekonomi dan peningkatan daya saing global. Peserta didik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan masih menghadapi keterbatasan dalam menyusun strategi pemasaran, membuat konten promosi yang menarik, serta mengelola media sosial dan marketplace, yang diperparah oleh keterbatasan waktu, akses pelatihan berkelanjutan, dan minimnya pendampingan praktik. Program pengabdian internasional ini bertujuan memberdayakan peserta didik melalui pelatihan manajemen pemasaran digital yang dilaksanakan secara daring, aplikatif, dan kontekstual dengan kebutuhan pekerja migran sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi komunitas pekerja migran Indonesia. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan manajemen pemasaran digital, pembuatan konten promosi, pendampingan proyek pemasaran, dan evaluasi. Metode pelaksanaan dilakukan secara daring melalui pendekatan partisipatif dan berbasis praktik. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kompetensi peserta didik, ditunjukkan oleh rata-rata skor pre-test sebesar 56,4 yang meningkat menjadi 82,7 pada post-test (peningkatan 46,6%). Selain itu, 80% peserta mampu merancang dan membuat konten promosi sederhana, serta 86% peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam memanfaatkan media digital untuk aktivitas usaha. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap penguatan peran PKBM PPI Taiwan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi komunitas pekerja migran, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi dan kesiapan peserta dalam mengembangkan usaha berbasis digital secara mandiri. Dengan demikian, program ini berpotensi menjadi model pengabdian internasional berbasis pemasaran digital yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan bagi pendidikan nonformal pekerja migran Indonesia.
Copyrights © 2026