Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual pendekatan kelas dalam meningkatkan kualitas interaksi pembelajaran di sekolah dasar dengan menyoroti adanya kontradiksi antara idealitas teori dan realitas praktik pembelajaran. Secara teoretis, berbagai pendekatan kelas seperti konstruktivistik, humanistik, kolaboratif, dan diferensiasi menekankan pentingnya interaksi dialogis, partisipasi aktif siswa, serta relasi pedagogis yang suportif dan bermakna. Namun demikian, dalam praktik di lapangan, interaksi pembelajaran masih sering didominasi pola komunikasi satu arah, berpusat pada guru, serta berorientasi pada penyelesaian materi dan target kurikulum. Kontradiksi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kerangka konseptual yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar dengan kenyataan pembelajaran yang masih menempatkan siswa sebagai objek penerima informasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan analisis kritis terhadap teori-teori pendidikan dan temuan empiris terkait dinamika interaksi kelas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas interaksi pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh pemahaman guru terhadap teori pendekatan kelas, tetapi juga oleh budaya sekolah, kompetensi reflektif guru, serta dukungan sistem pembelajaran yang adaptif. Artikel ini merekomendasikan perlunya integrasi pendekatan kelas secara kontekstual dan transformasional guna menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik sehingga tercipta interaksi pembelajaran yang lebih dialogis, partisipatif, dan bermakna di sekolah dasar.
Copyrights © 2026