Abstrak Pengelolaan lahan perkebunan yang berkelanjutan memerlukan data spasial yang akurat, khususnya terkait batas dan luasan lahan. Di tingkat desa, keterbatasan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi pemetaan masih menjadi kendala dalam penyediaan data tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kalangan muda desa dalam melakukan pengukuran lahan berbasis Global Positioning System (GPS) guna mendukung pendataan kebun kelapa sawit dan tata kelola BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Kabupaten Lamandau. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi edukasi konsep GPS dan data spasial, simulasi penggunaan alat, praktik pengukuran lapangan, serta pengolahan data menggunakan ArcGIS. Sebanyak 20 pemuda desa terlibat dalam praktik lapangan, dan 11 di antaranya mengikuti tahap pengolahan data spasial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu merekam titik koordinat batas lahan menggunakan Avenza Maps dan GPS Garmin, serta menghasilkan peta batas lahan berbentuk poligon dengan perhitungan luas otomatis. Data spasial yang dihasilkan dinilai layak sebagai data awal pendukung pendataan kebun dan persiapan sertifikasi RSPO/ISPO. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi GPS berbasis smartphone efektif untuk meningkatkan literasi spasial dan keterampilan teknis pemuda desa dalam pengelolaan lahan perkebunan berbasis data. Kata kunci: GPS; pemetaan partisipatif; pemuda desa; BUM Desa; kelapa sawit Abstract Sustainable plantation land management requires accurate spatial data, particularly regarding land boundaries and area. At the village level, limited technical skills in using mapping technologies remain a major constraint in producing reliable spatial data. This community service program aimed to enhance the capacity of rural youth in conducting GPS-based land measurement to support oil palm plantation data collection and governance of BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Lamandau Regency. The program applied a participatory-educative approach consisting of conceptual education on GPS and spatial data, tool simulation, field measurement practice, and spatial data processing using ArcGIS. A total of 20 youth participants were involved in field data collection, and 11 participants took part in spatial data processing. The results showed that all participants were able to record land boundary coordinates using Avenza Maps and Garmin GPS, and successfully produced polygon-based land boundary maps with automatic area calculation. The generated spatial data were considered suitable as preliminary data to support plantation inventory and RSPO/ISPO certification preparation. This activity demonstrates that smartphone-based GPS technology is effective in improving spatial literacy and technical skills of rural youth in data-driven plantation land management. Keywords: GPS; participatory mapping; rural youth; BUM Desa; oil palm plantation
Copyrights © 2026