Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Praktik Budidaya Tanaman Hortikultura dengan Metode Vertikultur di Kalangan Pelajar untuk Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga di Kabupaten Lamandau Roni Ismoyojati; Nur Ikhsan; Ihda Andrey Yanuar Setiawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8906

Abstract

Kepadatan penduduk di Kabupaten Lamandau yang semakin meningkat mendorong terjadinya alih fungsi lahan menjadi lahan perkebunan dan non perkebunan. Pelajar sebagai agen perubahan memerlukan banyak informasi mengenai pengembangan teknologi tepat guna di bidang pertanian untuk memajukan daerah. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memberikan wawasan kepada para pelajar mengenai seni bercocok tanam dengan teknik vertikultur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu ceramah dan demonstrasi kerja. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan menghasilkan informasi yang sangat bermanfaat bagi pelajar dibuktikan dengan keterampilan pelajar dalam mempersiapkan bahan vertikultur sampai penanaman benih berhasil dengan sangat baik
Aplikasi Limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) terhadap Sifat Kimia Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit Ratnasari, Ika Fitriana Dyah; Devi, Devi; Yanuar Setyawan, Ihda Andrey
Jurnal Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v9i2.247

Abstract

Palm oil is a strategic commodity that contributes to the national economy. Indonesia is listed as the largest palm oil producing country and controls more than 50% of the world market. The area of oil palm plantations that continues to increase from year to year has implications for increasing the amount of waste generated from the palm oil sector, one of which is wastewater or known as POME (Palm Oil Mill Effluent). Palm oil wastewater can be used as a substitute for palm fertilizer which contains many nutrients that are needed by oil palm plants. This research was conducted from December 2023 - March 2024 in the community oil palm plantation. The purpose of this study was to determine the effect of POME application on soil chemical properties in community oil palm plantations. This research was conducted in stages: preparation stage, preliminary survey, main survey, soil analysis, observation of FFB productivity and data interpretation. Soil sampling used the Grid Method survey (100 m x 100 m). The number of boring points was 20 points (10 points without wastewater application and 10 points with wastewater application) by observing boring point parameters, namely soil color, adhesiveness and soil texture. The results of soil analysis were compared with the assessment criteria of soil chemical properties and fertility. The results showed that the application of wastewater or POME affected soil chemical properties such as C-Organic, pH, N-total, C/N, P-available, exchangeable bases, CEC, and Base Saturation (KB).
Pelatihan Pembibitan Tanaman Hortikultura di SMP Islam Al-Fattah Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau Setiawan, Ihda Andrey Yanuar; Ratnasari, Ika Fitriana Dyah; Riskayanti, Riskayanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.11943

Abstract

Kepadatan penduduk di Kabupaten Lamandau terus meningkat, yang berdampak pada kebutuhan ekonomi masyarakat, terutama di bidang pertanian. Meskipun tanaman hortikultura memiliki potensi besar, rendahnya pemahaman tentang sektor ini menghambat perkembangannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat, khususnya pelajar di SMP Islam Al-Fattah Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, mengenai pentingnya memanfaatkan pekarangan untuk berkebun hortikultura. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan presentasi dan demonstrasi pengelolaan pekarangan serta pembibitan tanaman hortikultura. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan menghasilkan informasi yang sangat bermanfaat bagi pelajar untuk memahami teknik bercocok tanam hortikultura, terbukti dengan kemampuan mereka dalam membuat media tanam dan melakukan pembibitan tanaman hortikultura seperti bayam dan kangkung.
Sosialisasi Best Management Practice (BMP) Kelapa Sawit di BUMDes Berkah Mulya Jaya Kabupaten Lamandau Ikhsan, Nur; Ismoyojati, Roni; Tinduh, Yulio Kristian; Setiawan, Ihda Andrey Yanuar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i2.2215

Abstract

Best Management Practice (BMP) kelapa sawit sangat berperan penting dalam keberlanjutan sistem budidaya yang berkitan erat dengan dampak lingkungan. Kegiatan budidaya kelapa sawit yang baik akan menghasilkan hasil yang selaras tanpa merusak lingkungan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di BUMDes Berkah Mulya Jaya pada bulan April 2025. Metode yang digunakan yaitu: 1). Tahap Persiapan dengan mempersiapkan kelengkapan selama kegiatan berlangsung; 2). Tahap Pelaksanaan dengan ceramah dan diskusi oleh pemateri dan peserta; 3). Tahap Evaluasi setelah acara selesai dilaksanakan dengan memberikan formulir pertanyaan. Hasil kegiatan ini dapat dikatakan berjalan dengan baik dan peserta meminta untuk di tahun-tahun yang akan datang tetap dilaksanakan kegiatan PkM semacam ini. Peserta PkM merasakan dampak yang luar biasa dengan bertambahnya ilmu pengetahuan sehingga menambah literasi bagi para petani.
Optimalisasi pemupukan: sosialisasi best management practice bagi petani binaan RSPO BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Kabupaten Lamandau Setiawan, Ihda Andrey Yanuar; Tinduh, Yulio Kristian; Ikhsan, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30842

Abstract

Abstrak Perkebunan kelapa sawit merupakan sektor utama yang menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Lamandau. Namun, pengelolaan yang kurang memperhatikan aspek keberlanjutan, terutama oleh petani mandiri, berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti penurunan kesuburan tanah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Usaha Milik Desa Berkah Mulya Jaya, yang telah menjadi anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), memfasilitasi peningkatan kapasitas anggota petani baru melalui penerapan Best Management Practice (BMP). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Politeknik Lamandau dengan tema sosialisasi pemupukan berkelanjutan berbasis RSPO. Kegiatan dilakukan dalam empat tahap, yaitu persiapan, identifikasi kebutuhan, penyampaian materi dan diskusi interaktif, serta evaluasi kegiatan. Materi berfokus pada prinsip pemupukan yang ramah lingkungan, efisien, dan sesuai dengan standar RSPO. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para petani binaan mengalami peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap praktik pemupukan yang berkelanjutan. Respons positif dari peserta dan pengurus BUM Desa menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dan membuka peluang kerja sama jangka panjang antara BUM Desa Berkah Mulya Jaya dan institusi pendidikan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Kata kunci: Pemupukan; best management practice; RSPO; BUM Desa Berkah Mulya Jaya Abstract Oil palm plantations serve as a key economic driver for communities in Lamandau Regency. However, poor management practices, especially among independent farmers, have raised environmental concerns such as soil fertility decline. To address this, Badan Usaha Milik Desa Berkah Mulya Jaya, a registered member of the Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), facilitates the adoption of sustainable farming practices through the implementation of Best Management Practices (BMP). This community service activity, conducted by the Politeknik Lamandau team, focused on the dissemination of sustainable fertilization methods aligned with RSPO standards. The program was carried out in four stages: preparation, needs identification, knowledge delivery through presentations and interactive discussions, and evaluation. The material emphasized environmentally friendly fertilization techniques that are both efficient and practical for farmers. The results showed a significant improvement in farmers’ understanding and awareness of sustainable fertilization practices. Positive responses from participants and BUM Desa officials indicate that the activity had a tangible impact and holds potential for long-term collaboration between BUM Desa Berkah Mulya Jaya and academic institutions in promoting sustainable agriculture. Keywords: fertilization; best management practice; RSPO; BUM Desa Berkah Mulya Jaya
Peningkatan kapasitas kalangan muda melalui edukasi pengukuran lahan berbasis GPS di BUM Desa Berkah Mulya Jaya Kabupaten Lamandau Ihda Andrey Yanuar Setiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38827

Abstract

Abstrak Pengelolaan lahan perkebunan yang berkelanjutan memerlukan data spasial yang akurat, khususnya terkait batas dan luasan lahan. Di tingkat desa, keterbatasan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi pemetaan masih menjadi kendala dalam penyediaan data tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kalangan muda desa dalam melakukan pengukuran lahan berbasis Global Positioning System (GPS) guna mendukung pendataan kebun kelapa sawit dan tata kelola BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Kabupaten Lamandau. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi edukasi konsep GPS dan data spasial, simulasi penggunaan alat, praktik pengukuran lapangan, serta pengolahan data menggunakan ArcGIS. Sebanyak 20 pemuda desa terlibat dalam praktik lapangan, dan 11 di antaranya mengikuti tahap pengolahan data spasial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu merekam titik koordinat batas lahan menggunakan Avenza Maps dan GPS Garmin, serta menghasilkan peta batas lahan berbentuk poligon dengan perhitungan luas otomatis. Data spasial yang dihasilkan dinilai layak sebagai data awal pendukung pendataan kebun dan persiapan sertifikasi RSPO/ISPO. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi GPS berbasis smartphone efektif untuk meningkatkan literasi spasial dan keterampilan teknis pemuda desa dalam pengelolaan lahan perkebunan berbasis data. Kata kunci: GPS; pemetaan partisipatif; pemuda desa; BUM Desa; kelapa sawit Abstract Sustainable plantation land management requires accurate spatial data, particularly regarding land boundaries and area. At the village level, limited technical skills in using mapping technologies remain a major constraint in producing reliable spatial data. This community service program aimed to enhance the capacity of rural youth in conducting GPS-based land measurement to support oil palm plantation data collection and governance of BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Lamandau Regency. The program applied a participatory-educative approach consisting of conceptual education on GPS and spatial data, tool simulation, field measurement practice, and spatial data processing using ArcGIS. A total of 20 youth participants were involved in field data collection, and 11 participants took part in spatial data processing. The results showed that all participants were able to record land boundary coordinates using Avenza Maps and Garmin GPS, and successfully produced polygon-based land boundary maps with automatic area calculation. The generated spatial data were considered suitable as preliminary data to support plantation inventory and RSPO/ISPO certification preparation. This activity demonstrates that smartphone-based GPS technology is effective in improving spatial literacy and technical skills of rural youth in data-driven plantation land management. Keywords: GPS; participatory mapping; rural youth; BUM Desa; oil palm plantation
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Tanaman Kangkung di Tanah Ultisol Lamandau Ihda Andrey Yanuar Setiawan; Yustika Veni Saputri
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2026): RADIKULA - Juni 2026 (In Press)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v5i1.10130

Abstract

Produktivitas kangkung (Ipomoea reptans Poir.) di Kabupaten Lamandau menurun akibat rendahnya kesuburan tanah Ultisol yang bersifat masam dan miskin hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk kandang sapi dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan dan hasil kangkung serta menentukan dosis optimal. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024–Agustus 2025 di Lahan Percobaan Politeknik Lamandau menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Perlakuan terdiri atas pupuk kandang sapi 25, 30, dan 35 ton ha-1 serta TKKS 10 dan 20 ton ha-1. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar dan kering tajuk, serta berat segar dan kering akar hingga 5 minggu setelah tanam. Hasil menunjukkan seluruh perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Kombinasi 30 ton ha-1 pupuk kandang sapi dan 10 ton ha-1 TKKS memberikan hasil terbaik dan direkomendasikan untuk meningkatkan produktivitas kangkung pada tanah Ultisol.
PELATIHAN PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA VERTIKULTUR DI SMP ISLAM AL-FATTAH DESA PURWAREJA KABUPATEN LAMANDAU Ihda Andrey Yanuar Setiawan; Nur Ikhsan; Devi Devi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.979-985

Abstract

Sektor pertanian khususnya hortikultura, memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun, rendahnya pemahaman tentang budidaya hortikultura dan manfaat ekonominya menghambat perkembangan sektor ini, yang menyebabkan ketergantungan tinggi terhadap suplai bahan pokok dari luar Kabupaten Lamandau. Penanaman tanaman hortikultura melalui metode vertikultur dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengeluaran dan mendukung ketahanan pangan lokal. Program pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada pelajar mengenai pentingnya pemanfaatan pekarangan dengan metode vertikultur, yang dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman serta memberikan nilai ekonomis. Kegiatan ini meliputi pelatihan dengan sosialisasi, dan demonstrasi proses penanaman tanaman hortikultura secara vertikultur. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa pelajar kini memahami cara bercocok tanam meskipun dengan keterbatasan lahan. Ke depannya, program ini dapat diperluas dengan penerapan teknologi lebih maju, untuk memperkaya wawasan pelajar dalam bidang pertanian dan perkebunan serta meningkatkan kemandirian pangan di daerah tersebut.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP MASYARAKAT PEDESAAN DI DESA NANGA PALIKODAN KABUPATEN LAMANDAU IHDA ANDREY YANUAR SETIAWAN; Nur ikhsan; Yulio Kristian Tinduh; Tesia Yiska
Innofarm : Jurnal Inovasi Petanian Vol 28 No 1 (2026): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/7r718p60

Abstract

This study aims to analyze the impact of oil palm plantations on the socio-economic conditions of communities in Nanga Palikodan Village, Lamandau Regency. The research employed a quantitative approach using a survey method involving 38 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using a Likert scale to compare community conditions before and after the establishment of oil palm plantations. The results indicate that oil palm plantations have a positive impact on the community, as reflected in increased income and improved housing conditions. In addition, improvements were observed in road access, electricity, and village infrastructure such as educational facilities and places of worship. These developments are also supported by the creation of employment opportunities for local communities and increased sales of Fresh Fruit Bunches (FFB) as a major source of income. The price of FFB also contributes to improving household income. Furthermore, oil palm plantation companies contribute socially through Corporate Social Responsibility (CSR) programs, including support for the development and improvement of public facilities in the village. Therefore, oil palm plantations play an important role in improving community welfare and supporting rural development in Nanga Palikodan Village. Keywords:oil palm plantation; socio-economic impact; community income; rural infrastructure; Nanga Polikodan Village