Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan metode Trend Linear dan Moving Average dalam memperkirakan jumlah produksi produk Antiheatstress, serta membandingkan kedua metode tersebut untuk memntukan metode yang lebih efektif dalam mendukung pengambilan keputusan produksi. metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan deret waktu. Teknik analisis data yang digunakan meliputi metode trend Linear dan Simple Moving Average sebagai alat peramalan, serta pengukuran tingkat kesalahan menggunakan Mean Asolute Deviation (MAD), Mean Squared Error dan Mean Asolute Percentage error (MAPE). Hasil penelitian menunnjukkan kedua metode memiliki akurasi yang baik, ditunjukkan oleh nilai MAPE yang berada di bawah 10%. Trend Linear menghasilkan MAD sebesar 266,83, MSE sebesar 177.293,33 dan MAPE sebesar 8,70747%. Sedangkan Moving Average menghasilkan nilai MAD sebesar 281,33, MSE sebesar 144.882,44 dan MAPE sebesar 8,79431%. Berdasarkan hasil tersebut metode Trend Linear memiliki tingkat kesalahan yang lebih kecil dibandingkan dengan metode Moving Average, sehingga dinilai lebih akurat dalam melakuka peramalan. Selain itu, metode Trend Liner mampu menunjukkan kecendrungan peningkatan produksi secara lebih jelas, sedangkan Moving Average lebih mencerminkan pola jangka pendek. Dengan demikian metode Trend Linear dinilai lebih efektif digunakan untuk memperkirakan jumlah produksi serta mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan produksi.
Copyrights © 2026