Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi internasionalisasi UMKM di Jawa Timur dengan menguji peran orientasi kewirausahaan, kesiapan digital, dan dukungan pemerintah terhadap orientasi pasar ekspor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa banyak UMKM memiliki potensi usaha yang kuat, namun orientasinya terhadap pasar ekspor masih terbatas. Dalam konteks ini, orientasi kewirausahaan dipandang dapat mendorong pelaku usaha menjadi lebih inovatif, proaktif, dan berani mengambil risiko secara terukur, sedangkan kesiapan digital diduga mendukung perluasan akses pasar. Dukungan pemerintah juga diharapkan dapat memperkuat hubungan tersebut melalui pelatihan, promosi, fasilitasi, dan penyediaan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Penelitian dilakukan pada UMKM di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan melibatkan 216 responden yang terdiri atas pemilik atau pengelola usaha. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), karena metode ini sesuai untuk menguji hubungan struktural yang kompleks serta efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap orientasi pasar ekspor. Temuan ini mengindikasikan bahwa UMKM yang memiliki tingkat inovasi, proaktivitas, dan keberanian mengambil risiko yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memahami kebutuhan pelanggan ekspor, dinamika pesaing, dan koordinasi internal untuk pasar ekspor. Sebaliknya, kesiapan digital tidak berpengaruh signifikan terhadap orientasi pasar ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone, media sosial, akses internet, dan keinginan untuk mempelajari teknologi digital belum sepenuhnya diarahkan pada pengembangan pasar ekspor. Selain itu, dukungan pemerintah tidak terbukti memoderasi secara signifikan hubungan antara orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar ekspor, maupun antara kesiapan digital dan orientasi pasar ekspor. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan kewirausahaan internal masih menjadi pendorong utama internasionalisasi UMKM pada konteks penelitian ini, sedangkan kesiapan digital dan dukungan pemerintah belum memainkan peran penguat yang strategis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur internasionalisasi UMKM dengan menegaskan dominasi peran orientasi kewirausahaan dalam membentuk orientasi pasar ekspor. Secara praktis, temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kemampuan kewirausahaan, serta perlunya perancangan ulang program digitalisasi dan dukungan pemerintah agar lebih terarah pada kebutuhan pengembangan pasar ekspor.
Copyrights © 2026