Penelitian ini bertujuan menggambarkan perjalanan kesuksesan entrepreneurship pada individu yang putus sekolah dalam meraih prestasi bisnis. Fenomena ini berangkat dari anggapan bahwa keterbatasan pendidikan formal menjadi hambatan keberhasilan, padahal ada individu yang mampu membangun usaha sukses melalui pengalaman, ketekunan, dan pembelajaran seumur hidup. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori utama pembentuk kesuksesan subjek. Pertama, dinamika entrepreneurship yang mencakup latar belakang usaha, tantangan, prinsip wirausaha, strategi mengurangi risiko, dan dukungan sosial. Kedua, experiential learning yang meliputi pengalaman kerja, karakter dan mental tangguh, proses refleksi, serta makna pengalaman dalam membentuk jati diri dan nilai usaha. Ketiga, life-long learning yang mencakup motivasi untuk terus berkembang, pemanfaatan sumber belajar nonformal, dan pandangan positif terhadap pendidikan sebagai sarana pengembangan diri. Temuan menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas diri dan jejaring sosial memiliki peran krusial dalam membangun keberhasilan wirausaha, khususnya bagi individu yang putus sekolah.
Copyrights © 2026