Fenomena “Always Available” merefleksikan ekspektasi sosial baru terhadap responsivitas digital yang tersebar di antara generasi milenial dan Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis dengan 15 informan yang dipilih secara purposive sampling, didukung wawancara mendalam dan analisis artefak digital. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama: tekanan responsivitas instan, pengaburan batas kerja-privat, normalisasi ekspektasi digital, dampak psikologis negatif, strategi negosiasi batas digital, dan pembentukan identitas sosial digital. Temuan menunjukkan bahwa tekanan sosial horizontal dan vertikal, hiper-konektivitas teknologi, dan dinamika organisasi mendorong normalisasi ekspektasi, sementara individu mengembangkan strategi adaptif untuk menegosiasikan batas digital. Penelitian ini memperkaya kajian sosiologi komunikasi digital dalam konteks budaya non-Barat dan memberikan implikasi praktis bagi organisasi dan pembuat kebijakan dalam mengelola kesejahteraan digital.
Copyrights © 2026