Penelitian ini menganalisis resiliensi sosioekonomi komunitas urban di Kampung Tongkol, Jakarta, serta relevansinya sebagai sumber belajar kontekstual Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat tidak hanya berupa kemampuan bertahan hidup, tetapi juga bentuk negosiasi aktif terhadap marginalisasi struktural. Resiliensi tercermin dalam tiga dimensi utama, yaitu kemandirian sanitasi melalui penggunaan MCK komunal berbayar, adaptabilitas ekonomi pada sektor kerja informal JakLingko, dan ketahanan psikologis dalam menghadapi birokrasi layanan BPJS Kesehatan. Temuan ini memiliki nilai pedagogis dalam pembelajaran IPS karena mampu menghadirkan realitas sosial secara konkret dan kontekstual. Penelitian menyimpulkan bahwa Kampung Tongkol efektif dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan empati peserta didik terhadap ketimpangan sosial masyarakat urban.
Copyrights © 2026