Bencana banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 di Desa Kaseh Sayang, Kabupaten Aceh Tamiang, menimbulkan berbagai permasalahan dalam pendataan korban dan distribusi bantuan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi ini menyebabkan data tidak terstruktur, potensi duplikasi, keterlambatan penyaluran, serta ketidaktepatan sasaran bantuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi pendataan dan distribusi bantuan berbasis digital (SIDABAN) sebagai solusi dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan bantuan pascabencana. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan pendampingan dengan melibatkan perangkat desa dan relawan sebagai mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem SIDABAN mampu meningkatkan keteraturan data, mempermudah akses informasi, serta mendukung proses distribusi bantuan yang lebih terarah dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan sosialisasi dan pelatihan juga meningkatkan pemahaman serta kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan bantuan. Dengan demikian, penerapan sistem informasi berbasis partisipatif di tingkat desa dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan pengelolaan bantuan bencana.
Copyrights © 2026