Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Ketidakstabilan kadar glukosa darah dapat menyebabkan komplikasi akut maupun kronis sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Karya ilmiah akhir ini bertujuan menggambarkan implementasi asuhan keperawatan pada pasien dengan kadar glukosa darah tidak stabil pada Diabetes Melitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah pasien perempuan berusia 47 tahun dengan diagnosis medis Diabetes Melitus tipe 2 yang dirawat di ruang rawat inap rumah sakit pada 20–24 Maret 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami lemas, mual, edema pada kedua kaki, kadar gula darah acak 620 mg/dL, GDP 476 mg/dL, GD2PP 683 mg/dL, dan HbA1c 10,2%. Diagnosis keperawatan utama yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin, perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan hiperglikemia, dan nausea berhubungan dengan rasa makanan yang tidak enak. Intervensi yang diberikan meliputi monitoring kadar glukosa darah dan tanda vital, manajemen hiperglikemia, pemberian cairan dan terapi insulin kolaboratif, edukasi diabetes, serta perawatan sirkulasi perifer. Setelah tindakan keperawatan selama 3×24 jam, kondisi pasien membaik ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah, berkurangnya edema, akral lebih hangat, dan mual menurun. Asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif terbukti membantu menstabilkan kadar glukosa darah serta meningkatkan kondisi klinis pasien.
Copyrights © 2026