Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Penurunan Rasa Nyeri Pada Pasien Diabetes Melitus Neuropati di RSU Royal Prima Medan 2024 Putri Tiara Sidabutar; Yusuf Froni Halawa; Noniatri Ziliwu; Purna Dwikita Zendrato; Seni Rofil Sandyani Mendrofa; Evalatifah Nurhayati; Trionyta Debora; Intan Mutia Rahmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43536

Abstract

Diabetes Melitus ialah dimana tubuh tidak dapat memproses insulin dengan baik dan dimiliki oleh sebanyak 90% dari pasien diabetes di seluruh dunia, yang sebagian besarnya adalah meningkatnya berat badan dan berkurangnya aktivitas fisik tubuh. Rancangan penelitian adalah untuk mendapati adanya pengaruh senam kaki diabetik pada penurunan rasa nyeri pasien DM neuropati RSU Royal Prima Medan Penelitian ini memakai cara kuantitatif dengan uji visual analog scale dengan cara ketika sedang dilakukan senam kaki diabetik peneliti memperhatikan raut wajah pada pasien untuk mengukur tingkat skala nyeri, pada penelitian ini sample responden yang digunakan sebanyak 30 orang menjadi sample penelitian. Menurut temuan penelitian ini, penurunan rasa nyeri pada pasien diabtes melitus setelah dilakukan senam kaki diabetik rasa nyeri berkurang secara signifikan. Nilai p value sekitar 0,000<0,005 diperoleh dari hasil uji wilcoxon, menunjukkan bahwa Ha tidak diterima sedangkan Ho diterima. Hal ini membuktikan adanya pengaruh ssangat relevan antara senam kaki diabetik pada penurunan rasa nyeri pasien DM neuropati RSU Royal Prima Medan.
Hubungan Anemia dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di RS Royal Prima Medan Tahun 2024 Intan Permata Sari Hulu; Serly Novela Nasution; Rina Aprina; Selvi Juliyanti Laia; Alfonsus Loi; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43959

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kondisi medis di mana laju penyaringan dan filtrasi ginjal menurun dalam kurun waktu tiga bulan atau bahkan lebih. Gagal ginjal kronik tidak memiliki gejala khusus atau indikasi yang jelas saat penyakitnya berkembang. Ketika laju filtrasi glomerulus mencapai kurang dari 60 mL/menit/1,73 m2 selama lebih dari tiga bulan maka akan terjadi gagal ginjal kronik dan fungsi ginjal akan rusak sehingga tidak dapat diperbaiki. Anemia adalah salah satu komplikasi berisiko tinggi yang disebabkan oleh penyakit gagal ginjal; sekitar 80 hingga 90% pasien mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS Royal Prima Medan tahun 2024. Penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-section. Penelitian ini melibatkan 57 sampel. Selanjutnya, metode univariat dan bivariat digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Setelah uji chi-square, ditemukan bahwa nilai p-value 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan yaitu hubungan anemia dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Kata Kunci: gagal ginjal kronik, anemia, kualitas hidup
Hubungan Peran Perawat Sebagai Edukator dengan Perawatan Diri Pasien Gagal Ginjal Kronis di Rs Royal Prima Ferdi Feriansyah Siregar; Asnidar Buulolo; Estrani Valeri Zagoto; Putrimawati Laia; Asnawi TR; Evalatifah Nurhayati; Lisnawati Lubis; Dedek Sucahyo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51871

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS Royal Prima Medan Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan data rekam medis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara anemia dengan kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami anemia sedang sebanyak 36 orang (63,2%), anemia ringan sebanyak 10 orang (17,5%), anemia berat sebanyak 6 orang (10,5%), dan tidak anemia sebanyak 5 orang (8,8%). Sementara itu, kualitas hidup pasien mayoritas berada dalam kategori baik sebanyak 38 orang (66,7%), cukup sebanyak 12 orang (21,1%), dan kurang sebanyak 7 orang (12,3%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS Royal Prima Medan Tahun 2025. Kata Kunci: Anemia, Kualitas Hidup, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa. ABSTRACT Chronic renal failure (CKD) is a condition of progressive and irreversible decline in kidney function. Quality of life is an important indicator in assessing the success of hemodialysis therapy, because it covers the patient's physical, psychological and social aspects. This study aims to determine the relationship between anemia and quality of life in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Royal Prima Medan Hospital in 2024. This study used a cross sectional design with a sample size of 57 respondents selected by purposive sampling. Data collection was carried out using questionnaires and medical record data. Data analysis used the Chi-Square test to determine the relationship between anemia and the patient's quality of life. The results showed that the majority of respondents had moderate anemia, 36 people (63.2%), 10 people (17.5%) had mild anemia, 6 people (10.5%) had severe anemia, and 5 people (8.8%) had no anemia. Meanwhile, the majority of patients' quality of life was in the good category, 38 people (66.7%), 12 people (21.1%), and 7 people (12.3%) poor. The statistical test results show a p-value = 0.000 (< 0.05), which means there is a significant relationship between anemia and quality of life in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. There is a significant relationship between anemia and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at the Royal Prima Medan Hospital in 2025. Keywords: Anemia, Quality of Life, Chronic Kidney Failure, Hemodialysis.
SUPPORT FAMILY RELATIONSHIP WITH QUALITY LIFE OF A DIABETIC MELLITUS PATIENT AT ESHMUN HOSPITAL Oka Melya Rima; Rezky Debora; Chintia Elysabeth Tambunan; Siti Risna Hutagalung; Evalatifah Nurhayati; Lisnawati Lubis
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i1.1680

Abstract

This study examines how family support and the quality of life of patients with diabetes at Eshmun Hospital are related. Diabetes melitus is chronic disase that reqires longtem management, where family support has an important role in imprving the patint's quality of life. This study uses a quanttative method with a crosectional research design. The research sample is a diabetic mellitus patient who visited Eshmun Hospital, with a purposive sampling techniq. Data were collected using a structured questionaire that included aspects of family support and the patient's quality of life, then analyz using a chi-square statistical test. The results showed a signficant relationship betwen family support and quality of life in patients with diabetes melitus (p-value < 0.05). in Eshmun Hospital. Good family support, such as emotional, instrumental, evaluative, and informational support, has ben shown to have a positive effect on the patient's quality of life. With the support of family, patients feel more motivated to undergo treatment and maintain a healthy lifestyle. This is study recommends the importance of the role of the family in supporting diabetic mellitus patients to improve their quality of life
Analysis of Determinants of Hemodialysis Patient Satisfaction in Nursing Services: A Literature Review Evalatifah Nurhayati; Elis Anggeria; Tiarnida Nababan
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v9i1.7791

Abstract

Patient satisfaction is an essential indicator of the quality of nursing care, particularly among individuals undergoing hemodialysis treatment. This literature review aims to identify the determinants influencing hemodialysis patients' satisfaction with nursing services. Literature searches were conducted through PubMed, ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, and ResearchGate for articles published between 2021 and 2025. From a total of 2,967 articles initially identified, nine studies met the inclusion criteria. The analysis revealed two primary factors significantly associated with patient satisfaction: nurses' caring behavior and therapeutic communication. Caring behavior includes empathy, attention, support, and the ability of nurses to meet both physical and emotional patient needs, while therapeutic communication refers to professional interactions that build trust and enhance patient understanding of the care process. Both factors were found to improve patients' perceptions of service quality and promote adherence to hemodialysis treatment. This review highlights the importance of strengthening caring competencies and therapeutic communication skills as key strategies to enhance the quality of nursing care in hemodialysis units.
Implementasi Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Kadar Glukosa Darah Tidak Stabil pada Diabetes Melitus Tipe 2 Anggraini Maulidiya Sary; Kezia Manullang; Fanny Rizka Ramadhani; Heryn Tywa Novelin Tambunan; Maisari Maisari; Evalatifah Nurhayati
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.624

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Ketidakstabilan kadar glukosa darah dapat menyebabkan komplikasi akut maupun kronis sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Karya ilmiah akhir ini bertujuan menggambarkan implementasi asuhan keperawatan pada pasien dengan kadar glukosa darah tidak stabil pada Diabetes Melitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah pasien perempuan berusia 47 tahun dengan diagnosis medis Diabetes Melitus tipe 2 yang dirawat di ruang rawat inap rumah sakit pada 20–24 Maret 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami lemas, mual, edema pada kedua kaki, kadar gula darah acak 620 mg/dL, GDP 476 mg/dL, GD2PP 683 mg/dL, dan HbA1c 10,2%. Diagnosis keperawatan utama yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin, perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan hiperglikemia, dan nausea berhubungan dengan rasa makanan yang tidak enak. Intervensi yang diberikan meliputi monitoring kadar glukosa darah dan tanda vital, manajemen hiperglikemia, pemberian cairan dan terapi insulin kolaboratif, edukasi diabetes, serta perawatan sirkulasi perifer. Setelah tindakan keperawatan selama 3×24 jam, kondisi pasien membaik ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah, berkurangnya edema, akral lebih hangat, dan mual menurun. Asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif terbukti membantu menstabilkan kadar glukosa darah serta meningkatkan kondisi klinis pasien.
Hubungan Pengetahuan tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Kontrol Ulang pada Pasien Stroke Piterimasia Simanungkalit; Husnul Khatimah; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1348

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyebab dominan terjadinya stroke yang berdampak pada mortalitas serta kecacatan kronis. Tingkat penguasaan informasi pasien mengenai hipertensi berperan signifikan terhadap keteraturan mereka dalam melakukan kunjungan kontrol setelah mengalami stroke. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji korelasi antara tingkat pemahaman mengenai hipertensi dengan kedisiplinan pasien dalam melakukan kunjungan kontrol kembali di Poli Saraf RSU Wulan Windy Medan. Penelitian ini menerapkan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 56 responden dipilih secara purposive dari 126 pasien yang ada. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terkait pemahaman hipertensi dan tingkat kepatuhan terhadap kontrol ulang, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Dari total responden, 48,2% diketahui memiliki tingkat pemahaman yang baik mengenai hipertensi, sementara 50% menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi dalam menjalani kontrol ulang. Hasil analisis bivariat mengidentifikasi keterkaitan bermakna antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan (p = 0,010), yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan pasien cenderung diikuti oleh kepatuhan yang lebih baik terhadap jadwal kontrol rutin. Pengetahuan hipertensi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien pasca- stroke. Peningkatan edukasi kesehatan pasien dapat menjadi strategi penting untuk mencegah kekambuhan stroke.
Hubungan Pengetahuan tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi Yessa Kristiani Br Sitepu; Mariah Kiftiah; Syaida Asyuura; Budi Asrul Siagian; Malikul Sadikin; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1910

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang hingga saat ini masih menjadi tantangan kesehatan global. Rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi berkontribusi terhadap kegagalan pengendalian tekanan darah. Pemahaman yang memadai mengenai penyakit hipertensi diyakini dapat mendorong peningkatan kepatuhan berobat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara tingkat pengetahuan pasien tentang hipertensi dan kepatuhan mereka dalam mengonsumsi obat di RSU Royal Prima Marelan pada tahun 2026. Riset ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan rancangan cross-sectional. Dari populasi yang terdiri atas 367 pasien rawat jalan, diambil sampel sebanyak 79 responden menggunakan teknik purposive sampling. diolah dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji chi-square. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas responden, yakni 69 orang (87,3%), memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sementara 67 orang (84,8%) tergolong patuh dalam mengonsumsi obat. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (< 0,05), yang mengkonfirmasi adanya hubungan signifikan antara pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan minum obat. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat pemahaman pasien terhadap penyakit hipertensi, semakin besar pula kemungkinan mereka untuk menjalani terapi obat secara konsisten.
Analisis Penerapan Asuhan Keperawatan Pasien DM Tipe 2 dengan Intervensi Perawatan Luka Teknik Modern Dressing terhadap Tingkat Kesembuhan Luka Hesti Pramudya Wardani Maha; Sivitaria br Barus; Dian Erlina; Gusnaldi Mahendra; Helsa Surabina Sembiring; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2152

Abstract

Diabetes merupakan masalah serius bagi negera-negara berkembang dan negara maju di dunia. Komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 2 (DM) ialah ulkus diabetikum, dimana terjadi deformitas jaringan baik itu sebagian (Partial Thickness) atau keseluruhan (Full Thickness). Perlunya perawatan luka pada penderita ulkus, dalam perawatan luka di kenal dua teknik dasar yang sering di terapkan, yaitu teknik steril dan teknik bersih. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk analisis penerapan asuhan keperawatan pasien dm tipe-2 dengan intervensi perawatan luka dengan teknik modern dressing terhadap tingkat kesembuhan luka  di Puskesmas Teluk Leceh. Penelitian ini adalah Quasi Eksperimen yaitu penelitian yang langsung dilakukan pada pasien DM tipe 2. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menderita DM tipe 2 yang perawatan luka dengan teknik modern dressing terhadap tingkat kesembuhan luka  di Puskesmas Teluk Leceh. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 170 orang. Metode pengumpulan data melalui perawatan luka dengan teknik modern dressing terhadap tingkat kesembuhan luka  di Puskesmas Teluk Leceh yang dilakukan langsung ke pasien DM tipe 2. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan terhadap hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari mendapatkan hasil yang cukup mengurangi keluhan pasien. Diagnosa pertama dan kedua diperoleh hasil sebagian masalah teratasi.