Peningkatan jumlah lansia berkontribusi terhadap bertambahnya masalah kesehatan, terutama nyeri kronis yang berpotensi menurunkan kemampuan kemandirian aktivitas daily living. Proses penuaan meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal dan penyakit degeneratif yang menyebabkan nyeri persisten pada lansia. Penilaian nyeri pada populasi geriatri memerlukan instrumen yang spesifik dan multidimensional, seperti Geriatric Pain Measure (GPM-24), sedangkan tingkat kemandirian aktivitas daily living dinilai menggunakan Indeks Katz. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nyeri geriatri dan kemandirian aktivitas daily living lansia. Populasi penelitian berjumlah 110 orang dengan sampel sebanyak 86 lansia berusia ?60 tahun. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen GPM-24 dan Indeks Katz, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan secara statistik antara nyeri geriatri dan aktivitas daily living (ADL), dengan nilai r = 0,753 dan p = 0,000 (p < 0,05). Arah korelasi yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat nyeri yang dialami lansia, semakin besar tingkat ketergantungan dalam melakukan aktivitas daily living.
Copyrights © 2026