Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan manuskrip dan koleksi langka sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai historis, ilmiah, dan kultural yang tinggi, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana administrasi manuskrip dan koleksi langka dilaksanakan pada lembaga pengelola warisan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur, dengan sumber data berupa jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi koleksi dilakukan melalui tahapan akuisisi, inventarisasi, katalogisasi, klasifikasi, dan preservasi, yang dalam praktiknya bersifat fleksibel, tidak selalu linear, serta dipengaruhi oleh karakteristik koleksi dan kondisi institusi. Selain itu, manuskrip dan koleksi langka memiliki sifat multidimensional yang menuntut pendekatan pengelolaan yang adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa administrasi koleksi langka perlu dikembangkan secara terintegrasi dan kontekstual, dengan implikasi pada pentingnya penguatan sistem pengelolaan berbasis kebutuhan institusi dan keberlanjutan pelestarian warisan budaya. This study is motivated by the importance of managing manuscripts and rare collections as part of cultural heritage that holds significant historical, scientific, and cultural value, yet still faces various administrative challenges. This research aims to analyze how the administration of manuscripts and rare collections is implemented in cultural heritage institutions. The study employs a qualitative approach with a literature review design, using data sources from scholarly journals, books, and relevant policy documents. Data were collected through systematic literature searching and analyzed using descriptive content analysis. The findings indicate that collection administration involves stages such as acquisition, inventory, cataloging, classification, and preservation, which are applied flexibly, not always linearly, and influenced by collection characteristics and institutional conditions. Furthermore, manuscripts and rare collections exhibit multidimensional characteristics that require adaptive management approaches. This study concludes that the administration of rare collections should be developed in an integrated and contextual manner, with implications for strengthening management systems based on institutional needs and the sustainability of cultural heritage preservation.
Copyrights © 2026