Pekerja migran Indonesia di Malaysia kerap menghadapi permasalahan kompleks, mulai dari eksploitasi kerja, keterbatasan akses terhadap perlindungan hukum, hingga rendahnya keterampilan ekonomi digital. Studi ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas pekerja migran melalui integrasi edukasi hukum dan pelatihan manajemen usaha digital dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional di komunitas SBM Kampung Baru, Kuala Lumpur. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Februari 2025 dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang melibatkan sekitar 40 peserta, terdiri atas ibu rumah tangga dan anak-anak pekerja migran. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif melalui edukasi hukum ketenagakerjaan Indonesia dan Malaysia, pelatihan penggunaan platform digital untuk promosi usaha, serta penyampaian aspirasi melalui media partisipatif “Pohon Harapan”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap hak-hak dasar pekerja migran, pentingnya keberangkatan legal, dan mekanisme pengaduan hukum. Pelatihan digital berhasil membekali peserta dengan keterampilan teknis untuk membuat akun media sosial usaha dan melakukan simulasi promosi produk. Respons komunitas sangat positif, ditandai oleh partisipasi aktif dan munculnya inisiatif ekonomi mandiri. Meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan perangkat dan literasi digital dasar, solusi seperti pendampingan kelompok kecil dan adaptasi materi berbasis lokal berhasil mengatasi kendala tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif yang terintegrasi mampu menjadi model pemberdayaan yang efektif dan dapat direplikasi pada komunitas pekerja migran lainnya.
Copyrights © 2025